Evaluasi ekonomi merupakan komponen penting dalam proses pengambilan keputusan di sektor kesehatan, terutama ketika sistem kesehatan menghadapi keterbatasan sumber daya, meningkatnya beban penyakit kronis, serta tekanan pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kajian ini menguraikan konsep dasar evaluasi ekonomi, urgensinya dalam konteks Indonesia, jenis analisis yang umum digunakan, serta contoh aplikasinya dalam intervensi kesehatan. Melalui tinjauan naratif terhadap literatur dan pedoman internasional, penelitian ini menemukan bahwa evaluasi ekonomi melalui metode seperti Cost-Minimisation Analysis, Cost-Benefit Analysis, Cost-Effectiveness Analysis, dan Cost-Utility Analysis memberikan kerangka objektif untuk menilai efisiensi biaya dan hasil kesehatan dari berbagai intervensi. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan evaluasi ekonomi masih menghadapi sejumlah hambatan, seperti keterbatasan data biaya dan outcome, minimnya kapasitas SDM, serta rendahnya pemanfaatan bukti ilmiah dalam kebijakan. Namun demikian, evaluasi ekonomi memiliki potensi besar dalam meningkatkan efektivitas kebijakan kesehatan, memperkuat keberlanjutan pembiayaan JKN, serta mendukung adopsi teknologi kesehatan yang lebih tepat guna. Contoh penerapan, seperti analisis biaya-utilitas pada program skrining diabetes, menunjukkan bahwa evaluasi ekonomi mampu memberikan dasar yang kuat bagi pengembangan program preventif yang lebih hemat biaya. Secara keseluruhan, kajian ini menegaskan bahwa integrasi evaluasi ekonomi secara konsisten ke dalam perencanaan dan kebijakan dapat meningkatkan efisiensi sistem kesehatan nasional dan mendorong pengambilan keputusan yang lebih berbasis bukti.
Copyrights © 2026