Pola hidup sehat merupakan aspek penting yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut World Health Organization (WHO), pola makan yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit tidak menular. Gizi seimbang didefinisikan sebagai susunan konsumsi pangan harian yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Namun, berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, kondisi status gizi masyarakat Indonesia masih menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Prevalensi kelebihan berat badan dan obesitas tercatat sebesar 16,2% pada remaja usia 13–15 tahun, 12,1% pada remaja usia 16–18 tahun, serta 37,8% pada penduduk usia di atas 18 tahun. Selain itu, prevalensi kekurangan gizi juga masih ditemukan, yaitu sebesar 7,6% pada remaja usia 13–15 tahun, 8,3% pada remaja usia 16–18 tahun, dan 7,8% pada penduduk usia dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk merancang desain antarmuka aplikasi monitoring berat badan dan nutrisi berbasis mobile yang mudah digunakan serta sesuai dengan kebutuhan pengguna. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Design Thinking yang terdiri dari lima tahapan, yaitu empathize, define, ideate, prototype, dan testing. Proses perancangan berfokus pada pemahaman masalah pengguna, perumusan solusi, serta pengujian kegunaan rancangan antarmuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan desain antarmuka yang dihasilkan memiliki tingkat kegunaan yang baik. Berdasarkan hasil usability testing menggunakan metode Cognitive Walkthrough, aplikasi memperoleh nilai 100% pada matriks effectiveness dan efficiency, serta 90% pada matriks learnability.
Copyrights © 2026