Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji biografi intelektual Syaikh Haji Sulong (1895-1954) melalui perannya dalam jaringan keilmuan ulama Melayu lintas Selat, terutama dalam penguatan identitas Islam Melayu dan respons terhadap tekanan politik negara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan kepustakaan yang bersumber dari buku, artikel ilmiah, skripsi, dan dokumen sejarah yang relevan dengan sejarah Patani, ulama Melayu, dan dinamika sosial-keislaman di Thailand selatan. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan, klasifikasi, dan interpretasi literatur dengan pendekatan historis-analitis untuk menelusuri proses pembentukan intelektual, jaringan keilmuan, serta praksis dakwah dan pendidikan Haji Sulong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan keulamaan Syaikh Haji Sulong dipengaruhi secara signifikan oleh lingkungan keluarga ulama, tradisi pendidikan pondok Patani, serta pengalaman intelektual transnasional di Haramain. Ketiga unsur tersebut disintesiskan dalam aktivitas dakwah, pengajaran, dan pembaruan pendidikan Islam melalui pendirian madrasah modern yang mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum. Jaringan keilmuan yang dimilikinya tidak hanya berfungsi sebagai sarana transmisi ilmu keislaman, tetapi juga sebagai basis legitimasi sosial, kepemimpinan moral, dan advokasi kultural dalam menghadapi marginalisasi politik terhadap masyarakat Muslim Melayu Patani. Haji Sulong tampil sebagai figur sentral dalam jaringan ulama Melayu lintas Selat sekaligus simbol perlawanan intelektual berbasis keilmuan yang menegaskan peran ulama sebagai agen transformasi sosial dan penjaga identitas kolektif umat.
Copyrights © 2026