Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Transformasi Studi Islam di Asia Tenggara Arah Baru dan Tantangan Masa Depan Sumitro, Wiwid Hadi
Jurnal Tadzakkur Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Tadzakkur
Publisher : Institute Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57113/taz.v6i1.331

Abstract

Asia Tenggara merupakan tempat tinggal yang penduduk Muslim terbesar di Dunia. Islam merupakan agama mayoritas di Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam. Selain itu, minoritas Muslim dapat ditemukan di Myanmar, Singapura, Filipina, Thailand, Kamboja, Timur Leste, Laos dan Vietnam. Persoalan yang muncul adalah sekarang adalah bagaimana arah baru studi Islam Asia Tenggara? Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi tentang studi Islam Asia. Metode Penelitian yang dikembangkan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data dari berbagai sumber baik buku maupun,jurnal, artikel ilmiah ataupun literatur review. Hasil Penelitian ini adalah Studi Islam Asia Tenggara ialah usaha sadar dan sistematis untuk mengetahui dan memahami serta membahas secara mendalam tentang seluk beluk atau hal-hal yang berkaitan dengan agama Islam baik berupa ajaran, tarikh maupun praktik peribadatan yang nyata dalam kehidupan sehari-hari di Asia Tenggara. Islam dalam masyarakat tradisional Melayu pada dasarnya adalah bentuk Islam pribumi, yang dianut sebagai prinsip-prinsip akidah dengan ajaran-ajaran ritualnya yang bersifat wajib. Sesuai dengan kondisi dan watak masyarakat Melayu yang mendiami kawasan ini, Islam tampil dalam wajah yang toleran, damai, dan moderat
Telaah Pemikiran Abdullah Nashih Ulwan Tentang Pendidikan Anak Dalam Islam Di Era Digital Sumitro, Wiwid Hadi
Jurnal Tadzakkur Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Tadzakkur
Publisher : Institute Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57113/taz.v5i2.404

Abstract

Era digital ketika tidak digunakan dalam hal positif maka malahirkan post-truth. Hal ini bisa dilihat dengan maraknya Hoax dimana berita yang disampaikan tidak benar. Disisi lain, penggunaan media sosial yang tidak tepat maka akan berdampak pada perilaku anak yang amoral. Dengan demikian problematika yang dihadapi oleh anak di Era Digital begitu komprehensif. Problematika tersebut hanya bisa dilakukan dengan melalui pendidikan. Salah satu pemikir Islam yang getol dalam membahas anak secara komprehensif adalah Abdullâh Nâshih Ulwân. Tujuan Penelitian ini ialah untuk mendapatkan penjelasan pendidikan anak di Era Digital. Metode Penelitian yang dikembangkan ialah kualitatif dengan teknik pengumpulan data dari berbagai sumber baik buku maupun jurnal, artikel ilmiah ataupun literature riview. Hasil Penelitian ini ialah pendidikan anak di era digital merupakan tanggung jawab yang dibebankan oleh pendidik baik ibu bapak maupun guru yang bertanggungjawab atas pendidikan anak dan atas pembentukan serta persiapan anak menghadapi kehidupan yang meliputi tanggungjawab pendidikan iman, akhlak, fisik, rasio, kejiwaan, sosial dan seksual sehingga mereka mampu menegakkan tanggung jawabnya dengan sempurna dan penuh makna.
Interpretasi Ilmiah Terhadap Al-Qur'an Dalam Perspektif Rashad Khalifa Dan Ahmed Deedat Sumitro, Wiwid Hadi
Jurnal Tadzakkur Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Tadzakkur
Publisher : Institute Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57113/taz.v6i2.405

Abstract

Sebagai pedoman hidup manusia yang dibuat oleh Allah SWT. untuk manusia, tentunya Al-Qur’an mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. Sesuai dengan perkembangan zaman karena Al-Qur’an itu sendiri mengatur tatanan hidup sepanjang zaman. Interpretasi Ilmiah dari Al-Qur’an dipandang sebagai sebuah keajaiban (miracle) oleh para tokoh pemikir Islam antara lain Rashad Khalifa dan Ahmed Deedat. Tujuan Penelitian ini ialah untuk mendapatkan keajaiban al-Quran. Metode Penelitian yang dikembangkan ialah kualitatif dengan teknik pengumpulan data dari berbagai sumber baik buku maupun jurnal, artikel ilmiah ataupun literature riview Hasil penelitian ini ialah telah membuktikan bahwa quran sangat mendukung usaha ilmiah (scientific) dalam penemuan ilmu. Adalah wajar jika para ilmuwan barat mengkritik secara brutal terhadap ilmuwan muslim yang mencoba mengungkapkan motivasi ilmiah yang dianjurkan oleh kitab suci Al-Qur’an. Kesadaran akan hal ini hendaknya membangkitkan motivasi kita semua untuk berlomba-lomba mengaktualisasikan yang tersurat dalam al-quran secara nyata dan ilmiah.
Konsep Pendidikan Anak Menurut Abdullah Nashih di Era Digital Sumitro, Wiwid Hadi
Jurnal Tadzakkur Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Tazakkur
Publisher : Institute Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57113/taz.v4i1.381

Abstract

Era digital ketika tidak digunakan dalam hal positif maka malahirkan post-truth. Hal ini bisa dilihat dengan maraknya Hoax dimana berita yang disampaikan tidak benar. Disisi lain, penggunaan media sosial yang tidak tepat maka akan berdampak pada perilaku anak yang amoral. Dengan demikian problematika yang dihadapi oleh anak di Era Digital begitu komprehensif. Problematika tersebut hanya bisa dilakukan dengan melalui pendidikan. Salah satu pemikir Islam yang produktif dalam membahas anak secara komprehensif adalah Abdullâh Nâshih Ulwân. Tujuan Penelitian ini ialah untuk mendapatkan penjelasan pendidikan anak di Era Digital. Metode Penelitian yang dikembangkan ialah kualitatif dengan teknik pengumpulan data dari berbagai sumber baik buku maupun jurnal, artikel ilmiah ataupun literature riview. Hasil Penelitian ini ialah Konsep pendidikan anak menurut Abdullah Nashih Ulwan masih sangat relevan untuk diterapkan di era digital saat ini. Nilai-nilai iman, akhlak, dan pendidikan holistik yang ia tekankan dapat menjadi dasar kuat dalam membimbing anak menghadapi tantangan zaman. Kunci keberhasilannya terletak pada keterlibatan aktif orang tua dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi secara bijak
Konsep Pendidikan Anak Menurut Abdullah Nashih di Era Digital Sumitro, Wiwid Hadi
Jurnal Tadzakkur Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Tazakkur
Publisher : Institute Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57113/taz.v4i1.381

Abstract

Era digital ketika tidak digunakan dalam hal positif maka malahirkan post-truth. Hal ini bisa dilihat dengan maraknya Hoax dimana berita yang disampaikan tidak benar. Disisi lain, penggunaan media sosial yang tidak tepat maka akan berdampak pada perilaku anak yang amoral. Dengan demikian problematika yang dihadapi oleh anak di Era Digital begitu komprehensif. Problematika tersebut hanya bisa dilakukan dengan melalui pendidikan. Salah satu pemikir Islam yang produktif dalam membahas anak secara komprehensif adalah Abdullâh Nâshih Ulwân. Tujuan Penelitian ini ialah untuk mendapatkan penjelasan pendidikan anak di Era Digital. Metode Penelitian yang dikembangkan ialah kualitatif dengan teknik pengumpulan data dari berbagai sumber baik buku maupun jurnal, artikel ilmiah ataupun literature riview. Hasil Penelitian ini ialah Konsep pendidikan anak menurut Abdullah Nashih Ulwan masih sangat relevan untuk diterapkan di era digital saat ini. Nilai-nilai iman, akhlak, dan pendidikan holistik yang ia tekankan dapat menjadi dasar kuat dalam membimbing anak menghadapi tantangan zaman. Kunci keberhasilannya terletak pada keterlibatan aktif orang tua dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi secara bijak
Urgensi Manajemen Dalam Lembaga Pendidikan Islam Sumitro, Wiwid Hadi
Wibawa : Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Wibawa
Publisher : Institute Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57113/wib.v4i1.310

Abstract

Problematika yang mendasar dalam mengelola pendidikan Islam adalah tidak mudah menyatukan visi, misi dan orientasi dimana jumlah dan variasinya sangat banyak. Padahal untuk membangun kualitas sebuah lembaga pendidikan, memerlukan berbagai kekuatan, konsep , kepemimpinan, manajerial dan lain sebagainya. Oleh karena itu, persoalan pendidikan Islam bukan saja terletak pada guru dan muridnya, melainkan juga bersumber dari pengelolanya. Berdasarkan latarbelakang tersebut, penulis merumuskan masalah bagaimana Urgensi Manajemen dalam Lembaga Pendidikan Islam? Tujuan penelitian ini ialah mengetahui pentingnya Manajemen dalam Lembaga Pendidikan Islam. Metode Penelitian yang dikembangkan ialah kualitatif dengan teknik pengumpulan data dari berbagai sumber baik buku maupun jurnal, artikel ilmiah ataupun literature riview. . Hasil Penelitian ini ialah Urgensi manajemen pendidikan Islam juga dapat dilihat dari keberadaan pendidikan Islam sendiri. Agar tetap dapat eksis, survive dan terus berkembang, pendidikan Islam jelas membutuhkan suatu pengelolaan yang baik, yang terencana dan teratur, sehingga dapat menumbuh kembangkan eksistensi pendidikan Islam di tengah-tengah persaingan global
Pola Asuh Demokratis dan Pelopor: Strategi Menghadapi Tantangan Pendidikan Anak di Era Globalisasi Sumitro, Wiwid Hadi; Windayani, Windayani
Instructional Development Journal Vol 8, No 2 (2025): IDJ
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/idj.v8i2.38501

Abstract

Children are a trust given to us by God. In maintaining this trust, the right method is used, namely by building, nurturing and caring for it carefully so that one day it will become a complete human being. The smallest unit in society is the family, where the family is built through a marriage bond consisting of father, mother and children. The family is the main source in providing a role in the physical and psychological development of children. Based on the background of this problem, what are the parenting patterns of parents towards children in the era of globalization? The aim of this research is to determine parents' parenting patterns for children in the era of globalization. This research method is this research uses a literature review design which aims to obtain information about parenting patterns regarding children's education in the era of globalization. The results of this research are that parenting patterns in children's education in the era of globalization are very important. According to the author, effective parenting models are democratic parenting and pioneer parenting. Parenting patterns in children's education in the era of globalization include parenting patterns in terms of; faith education, moral education, physical education, intellectual education, psychological education, social education, and sex education.
Syaikh Haji Sulong (1895-1954): Jaringan Keilmuan Ulama Melayu Lintas Selat Nurfatimah, Siti; Sumitro, Wiwid Hadi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5373

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji biografi intelektual Syaikh Haji Sulong (1895-1954) melalui perannya dalam jaringan keilmuan ulama Melayu lintas Selat, terutama dalam penguatan identitas Islam Melayu dan respons terhadap tekanan politik negara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan kepustakaan yang bersumber dari buku, artikel ilmiah, skripsi, dan dokumen sejarah yang relevan dengan sejarah Patani, ulama Melayu, dan dinamika sosial-keislaman di Thailand selatan. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan, klasifikasi, dan interpretasi literatur dengan pendekatan historis-analitis untuk menelusuri proses pembentukan intelektual, jaringan keilmuan, serta praksis dakwah dan pendidikan Haji Sulong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan keulamaan Syaikh Haji Sulong dipengaruhi secara signifikan oleh lingkungan keluarga ulama, tradisi pendidikan pondok Patani, serta pengalaman intelektual transnasional di Haramain. Ketiga unsur tersebut disintesiskan dalam aktivitas dakwah, pengajaran, dan pembaruan pendidikan Islam melalui pendirian madrasah modern yang mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum. Jaringan keilmuan yang dimilikinya tidak hanya berfungsi sebagai sarana transmisi ilmu keislaman, tetapi juga sebagai basis legitimasi sosial, kepemimpinan moral, dan advokasi kultural dalam menghadapi marginalisasi politik terhadap masyarakat Muslim Melayu Patani. Haji Sulong tampil sebagai figur sentral dalam jaringan ulama Melayu lintas Selat sekaligus simbol perlawanan intelektual berbasis keilmuan yang menegaskan peran ulama sebagai agen transformasi sosial dan penjaga identitas kolektif umat.