Penelitian ini bertujuan mengkaji dan menganalisis tingkat keterkaitan antara budaya organisasi dan kinerja karyawan pada PT Pos Indonesia (Persero) KCU Makassar. Latar belakang penelitian berfokus pada kebutuhan perusahaan untuk memperkuat daya saing seiring dengan kemajuan teknologi dan meningkatnya persaingan dalam industri logistik. Budaya organisasi dianggap sebagai faktor krusial karena dapat membentuk pola pikir, perilaku kerja, serta motivasi pegawai. Dengan penerapan budaya organisasi yang kuat, perusahaan diharapkan mampu menciptakan suasana kerja yang mendukung tercapainya kinerja optimal secara berkelanjutan. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini. Dengan populasi yang mencakup seluruh karyawan yang bekerja di PT Pos Indonesia (Persero) KCU Makassar 50 karyawan dipilih sebagai responden menggunakan teknik pengambilan sampel jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson, koefisien determinasi, dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi sangat berkorelasi dengan kinerja karyawan, dengan nilai korelasi sebesar 0,860. Nilai koefisien determinasi sebesar 73,9% menandakan bahwa budaya organisasi berperan besar dalam memengaruhi kinerja, sedangkan 26,1% sisanya dipengaruhi faktor lain. Uji t menghasilkan nilai t sebesar 11,682, lebih tinggi dari nilai t tabel sebesar 2,010, yang menunjukkan hasil yang signifikan. Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan implementasi budaya organisasi akan disertai dengan peningkatan pergantian karyawan. Budaya kerja yang positif—yang tercermin dari kesadaran diri, sikap proaktif, karakter yang baik, performa kerja, serta orientasi pada kerja tim—mampu meningkatkan kualitas hasil kerja, kuantitas penyelesaian tugas, ketepatan waktu, kolaborasi, dan kedisiplinan pegawai. Oleh karena itu, penguatan budaya organisasi merupakan langkah strategis bagi perusahaan dalam meningkatkan efektivitas dan produktivitas karyawan.
Copyrights © 2026