Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan salah satu kompetensi dasar yang wajib dikuasai oleh siswa SMP sebagai fondasi penting dalam memahami konsep matematika yang lebih kompleks dan abstrak. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VII pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat melalui pendekatan penelitian kepustakaan yang sistematis dan mendalam. Analisis difokuskan pada tahapan memahami masalah, merencanakan strategi penyelesaian, melaksanakan prosedur, serta memeriksa kembali hasil yang diperoleh berdasarkan kerangka pemecahan masalah Polya. Hasil kajian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa masih berada pada kategori sedang hingga rendah, khususnya dalam mengidentifikasi informasi penting, mengaitkan konteks soal dengan konsep bilangan bulat, serta menentukan strategi penyelesaian yang tepat dan efisien. Miskonsepsi mengenai bilangan negatif, kesalahan dalam operasi hitung, serta lemahnya kemampuan representasi visual menjadi kendala utama dalam proses penyelesaian masalah. Selain itu, pembelajaran matematika yang masih berorientasi prosedural, minim penggunaan media konkret, serta kurang menekankan pemahaman konseptual turut memperburuk kemampuan pemecahan masalah siswa. Faktor psikologis, seperti kecemasan terhadap matematika dan rendahnya kemampuan metakognitif, juga berkontribusi terhadap kelemahan siswa dalam mengevaluasi dan merefleksikan hasil penyelesaian. Berdasarkan temuan tersebut, diperlukan penerapan pendekatan pembelajaran yang lebih konseptual, kontekstual, interaktif, dan berbasis representasi visual untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi bilangan bulat sesuai dengan tuntutan Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran matematika SMP yang adaptif, bermakna, dan relevan kontekstual bagi peserta didik.
Copyrights © 2026