Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN TOLAK PELURU PADA SISWA KELAS VII SMPN 6 KOTA JAMBI Warniati, Warniati; Ilham Ilham; Ugi Nugraha
Jurnal Ilmu Manajemen Terapan Vol. 3 No. 4 (2022): Jurnal Ilmu Manajemen Terapan (Maret 2022)
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/jimt.v3i4.962

Abstract

Penelitian Pengembangan ini bertujuan untuk: (1) Untuk mengembangkan media pembelajaran tolak peluru di SMPN 6 kota Jambi, (2) Untuk mengetahui kelayakan pengembangan media pembelajaran Tolak peluru. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model penelitian pengembangan (Research and Development) Borg and Gall. Hasil penelitian pengembangan ini menunjukkan bahwa: (1) proses pengembangan media pembelajaran tolak peluru dengan menggunakan peluru modifikasi dilakukan dengan beberapa tahapaan, yaitu: 1) Hasil validasi ahli materi dan validasi tahap I diperoleh hasil persentase sebesar 82%, kriteria layak dengan perbaikan, kemudian dilakukan perbaikan sesuai dengan saran dari ahli materi dan dilakukan validasi tahap II diperoleh hasil persentase 85%, kriteria sangat layak, 2) hasil validasi ahli media dari validasi tahap I diperoleh persentase 85%, kriteria layak dengan perbaikan , kemudian dilakukan perbaikan sesuai saran dari ahli media dan dilakukan validasi tahap II diperoleh hasil persentase 90%, kriteria sangat layak; (2) keefektifan media pembelajaran tolak peluru yang dimodifikasi berdasarkan uji coba lapangan meliputi uji coba guru PJOK diperoleh hasil persentase 90,83%, kriteria sangat layak, (3) penggunaan media pembelajaran tolak peluru dengan menggunakan peluru modifikasi berdasarkan uji coba lapangan meliputi: 1) Uji coba skala kecil yaitu 15 orang siswa kelas VII hasil persentase 88,53%, kriteria sangat layak, 2) uji coba skala besar yaitu 30 orang siswa kelas VII hasil persentase 89%, kriteria sangat layak. Dari pengembangan Media pembelajaran ini telah dihasilkan peluru dari kayu, peluru dari kertas bekas, peluru dari tali rapia, peluru dari karet bekas dan peluru dari Balon yang diisi pasir. Pengembangan ini telah membuktikan bahwa media pembelajaran tolak peluru yang dimodifikasi untuk siswa SMP kelas VII layak, efektif dan efisien.
Inovasi dan Teknologi dalam Pendidikan Studi Kasus Finlandia, Jepang, Singapura dan Indonesia A, Hendri; Hadevi, Meza; Nelian, Nelian; Warniati, Warniati
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4095

Abstract

Studi ini menganalisis inovasi dan pemanfaatan teknologi pendidikan di Finlandia, Jepang, Singapura, dan Indonesia sebagai studi kasus komparatif untuk mengidentifikasi pola adaptasi sistem pendidikan terhadap tuntutan era digital. Finlandia menonjol melalui pendekatan phenomenon-based learning yang mengintegrasikan pembelajaran lintas disiplin dengan dukungan platform digital seperti Wilma, yang memfasilitasi komunikasi terintegrasi antara siswa, guru, dan orang tua. Selain itu, pemanfaatan kecerdasan buatan adaptif, seperti Eduton, memungkinkan personalisasi pembelajaran secara real-time, yang dilaporkan meningkatkan prestasi akademik hingga 25% serta keterlibatan siswa sebesar 30% melalui penerapan gamifikasi yang etis dan berorientasi pembelajaran bermakna. Jepang mengadopsi teknologi pendidikan secara selektif untuk memperkuat disiplin belajar dan mempertahankan standar akademik yang tinggi. Integrasi teknologi difokuskan pada sistem evaluasi ketat, penguatan kurikulum berbasis karakter, serta internalisasi nilai etika dan tanggung jawab digital. Sementara itu, Singapura menerapkan pendekatan deep learning dengan memanfaatkan platform pembelajaran interaktif dan riset berbasis AI guna mengembangkan keterampilan abad ke-21. Dukungan infrastruktur modern dan kebijakan akses yang merata menjadikan fleksibilitas kompetensi sebagai kekuatan utama sistem pendidikannya. Di sisi lain, Indonesia melalui kebijakan Merdeka Belajar masih menghadapi tantangan berupa ketimpangan infrastruktur dan orientasi kurikulum yang relatif berfokus pada ujian, meskipun upaya digitalisasi e-learning untuk wilayah terpencil terus berkembang. Temuan studi ini menunjukkan bahwa keberhasilan inovasi teknologi pendidikan sangat bergantung pada ekosistem holistik yang mencakup kurikulum interdisipliner, pelatihan guru sebagai fasilitator pembelajaran, serta kolaborasi multisektor yang berkelanjutan.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas 7 Materi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat Warniati, Warniati; Asmara, Adi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5776

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan salah satu kompetensi dasar yang wajib dikuasai oleh siswa SMP sebagai fondasi penting dalam memahami konsep matematika yang lebih kompleks dan abstrak. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VII pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat melalui pendekatan penelitian kepustakaan yang sistematis dan mendalam. Analisis difokuskan pada tahapan memahami masalah, merencanakan strategi penyelesaian, melaksanakan prosedur, serta memeriksa kembali hasil yang diperoleh berdasarkan kerangka pemecahan masalah Polya. Hasil kajian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa masih berada pada kategori sedang hingga rendah, khususnya dalam mengidentifikasi informasi penting, mengaitkan konteks soal dengan konsep bilangan bulat, serta menentukan strategi penyelesaian yang tepat dan efisien. Miskonsepsi mengenai bilangan negatif, kesalahan dalam operasi hitung, serta lemahnya kemampuan representasi visual menjadi kendala utama dalam proses penyelesaian masalah. Selain itu, pembelajaran matematika yang masih berorientasi prosedural, minim penggunaan media konkret, serta kurang menekankan pemahaman konseptual turut memperburuk kemampuan pemecahan masalah siswa. Faktor psikologis, seperti kecemasan terhadap matematika dan rendahnya kemampuan metakognitif, juga berkontribusi terhadap kelemahan siswa dalam mengevaluasi dan merefleksikan hasil penyelesaian. Berdasarkan temuan tersebut, diperlukan penerapan pendekatan pembelajaran yang lebih konseptual, kontekstual, interaktif, dan berbasis representasi visual untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi bilangan bulat sesuai dengan tuntutan Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran matematika SMP yang adaptif, bermakna, dan relevan kontekstual bagi peserta didik.