Pembangunan ekonomi daerah tidak hanya ditentukan oleh faktor ekonomi semata, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kondisi sosial budaya masyarakat serta dinamika globalisasi yang terus berkembang. Kabupaten Probolinggo sebagai salah satu daerah agraris di Jawa Timur memiliki potensi sumber daya alam, sektor pertanian, dan pariwisata yang cukup besar. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara optimal dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai hambatan sosial budaya serta dampak globalisasi terhadap pembangunan ekonomi di Kabupaten Probolinggo. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik, dokumen perencanaan pembangunan daerah, serta berbagai literatur ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa hambatan sosial budaya, seperti pola pikir tradisional masyarakat, rendahnya tingkat literasi ekonomi dan pendidikan, serta budaya ketergantungan terhadap sektor tertentu, berimplikasi pada lambatnya transformasi struktur ekonomi daerah dan rendahnya daya saing masyarakat lokal. Di sisi lain, globalisasi memberikan peluang melalui keterbukaan pasar, perkembangan teknologi informasi, dan penguatan sektor pariwisata, namun juga menimbulkan berbagai tantangan berupa meningkatnya persaingan usaha, ketimpangan ekonomi antarwilayah, serta tekanan terhadap keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembangunan ekonomi di Kabupaten Probolinggo memerlukan strategi yang komprehensif dan berkelanjutan melalui penguatan kualitas sumber daya manusia, pemberdayaan masyarakat lokal, serta kemampuan adaptasi terhadap dinamika globalisasi guna mewujudkan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026