Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian nasional di Indonesia, terutama melalui kontribusinya dalam penyerapan tenaga kerja yang mencapai sekitar 97 persen dari total tenaga kerja nasional. Namun demikian, kontribusi UMKM terhadap penerimaan pajak penghasilan (PPh) masih relatif rendah dan belum sebanding dengan potensi ekonomi yang dimiliki. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara peran UMKM dalam aktivitas ekonomi dan kontribusinya terhadap pendapatan negara. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kontribusi pajak penghasilan UMKM sektor makanan di Jakarta Timur dengan peningkatan pendapatan negara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner berskala Likert lima poin kepada pelaku usaha makanan di Jakarta Timur yang memenuhi kriteria UMKM. Sampel penelitian berjumlah 40 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur yang terdiri atas 16 item pernyataan. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS melalui uji validitas, reliabilitas, normalitas, linearitas, serta analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara kontribusi pajak penghasilan UMKM sektor makanan dan pendapatan negara, dengan koefisien regresi sebesar 0,567 dan nilai R-squared sebesar 0,629. Temuan ini mengindikasikan bahwa 62,9 persen variasi pendapatan negara dapat dijelaskan oleh kontribusi pajak penghasilan UMKM sektor makanan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa UMKM sektor makanan berperan penting dalam memperkuat penerimaan negara, sehingga diperlukan strategi kebijakan terpadu melalui edukasi perpajakan, digitalisasi sistem, dan penyederhanaan administrasi untuk meningkatkan kepatuhan pajak secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026