Pendampingan belajar matematika berbasis learning community merupakan strategi yang relevan untuk meningkatkan motivasi, pemahaman konsep, dan hasil belajar santri di lingkungan pondok pesantren. Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kepercayaan diri dan anggapan bahwa matematika adalah pelajaran sulit dan membosankan. Pendampingan dilaksanakan selama dua minggu dengan melibatkan 32 santri putri melalui pendekatan kontekstual dan aktivitas kolaboratif yang terstruktur. Metode pelaksanaan terdiri dari empat tahap: analisis kebutuhan, perencanaan program, implementasi pendampingan, serta evaluasi dan tindak lanjut. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan motivasi, partisipasi, dan kemampuan pemecahan masalah santri. Observasi memperlihatkan bahwa santri menjadi lebih aktif, komunikatif, dan mampu bekerja sama secara efektif dalam kelompok. Selain itu, model learning community terbukti sejalan dengan tradisi pembelajaran pesantren seperti halaqah dan musyawarah, sehingga menciptakan ekosistem belajar yang alami dan kondusif.
Copyrights © 2025