Artikel ini bertujuan mendeskripsikan upaya peningkatan ekonomi masyarakat Buddhis di Kabupaten Lombok Utara melalui program pemberdayaan berbasis pengolahan hasil pertanian. Fokus kegiatan diarahkan pada peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengolah hasil pertanian, khususnya komoditas kopi, kakao, dan produk kebun lainnya agar memiliki nilai tambah ekonomi yang lebih tinggi. Metode pengabdian menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan koordinasi dengan pemangku kepentingan lokal, observasi lapangan, identifikasi kebutuhan, pelatihan teknis pengolahan dan pascapanen, penyediaan peralatan, pendampingan kewirausahaan, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan pada komunitas Buddhis di kabupaten Lombok Utara. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan hasil pertanian, tumbuhnya kesadaran mengenai pentingnya pengolahan produk untuk meningkatkan nilai jual, tersedianya fasilitas pengolahan berupa alat pengupas dan penggiling kopi, serta meningkatnya motivasi masyarakat untuk mengembangkan usaha berbasis potensi lokal. Secara keseluruhan, program ini berjalan lancar dan mendapat respon positif, serta berpotensi mendukung kemandirian ekonomi masyarakat Buddhis secara berkelanjutan jika didukung pendampingan lanjutan dan kebijakan daerah yang relevan.
Copyrights © 2026