Guru Sejarah di Kabupaten Semarang masih menghadapi kendala dalam mengembangkan modul dan media ajar inovatif yang mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan perdamaian dan muatan SDG 16. Survei terhadap 50 guru menunjukkan bahwa sebagian besar jarang mengembangkan modul ajar, menggunakan media konvensional, dan belum familiar dengan konsep SDG 16. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru melalui pelatihan pengembangan modul berbasis pendidikan perdamaian, workshop teknologi pembelajaran, dan lokakarya pengenalan SDG 16 dengan pendampingan praktik di kelas. Metode kegiatan meliputi pelatihan, bimbingan teknis, serta uji coba media ajar. Sebanyak 20 guru SMA/MA berpartisipasi dalam program ini. Hasil menunjukkan peningkatan pada kemampuan pedagogik, literasi digital, dan pemahaman nilai perdamaian. Skor kognitif meningkat dari 52% ke 68%, self-efficacy guru membaik dari 3.0 menjadi 4.2, dan peserta mampu mengimplementasikan modul serta media ajar inovatif dalam ruang belajar. Sebanyak 36 media ajar diuji coba, dan terbukti meningkatkan keterlibatan siswa. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan berbasis praktik dengan pendampingan efektif dalam mendukung integrasi pendidikan perdamaian dan SDG 16 dalam pembelajaran sejarah.
Copyrights © 2026