Penelitian ini mengkaji sejarah konteksualisasi budaya yang dilakukan oleh Kyai Sadrach di Jawa sebagai respons terhadap pengabaian budaya Jawa oleh misionaris kolonial Belanda dalam penyebaran Injil. Kyai Sadrach, yang diakui sebagai guru spiritual asli, berhasil menerapkan Kristen kontekstual di pedesaan Jawa antara tahun 1869 dan 1923, mendirikan 53 jemaat di komunitas yang mayoritas Muslim. Melalui analisis konten kualitatif terhadap sumber primer dan sekunder, penelitian ini mengidentifikasi delapan strategi kontekstualisasi yang diterapkan oleh Kyai Sadrach, termasuk evangelisasi pribadi, evangelisasi publik, debat ngelmu, menargetkan tokoh kunci, adaptasi budaya, mendirikan desa Kristen, pembebasan spiritual, dan pelayanan penyembuhan. Penelitian menemukan bahwa pendekatan Kyai Sadrach yang mempertahankan integritas kebenaran Injil sambil mengintegrasikan unsur-unsur budaya Jawa seperti bahasa, upacara tradisional, pakaian lokal, dan kerangka spiritual terbukti sangat efektif dalam konversi dan pembentukan komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontekstualisasi budaya yang selektif, yang dipandu oleh pencerahan teologis, memfasilitasi penerimaan Injil yang bermakna di kalangan komunitas abangan Jawa tanpa mengorbankan substansi Alkitab. Studi ini mendukung penerapan pendekatan pelayanan yang sensitif secara budaya dalam konteks Jawa kontemporer dan konteks Asia Tenggara serupa, dengan menekankan pentingnya menyeimbangkan akomodasi kontekstual dengan kesetiaan Injili.
Copyrights © 2025