Pengembangan akal kritis menjadi isu penting dalam pendidikan di era digital, seiring meningkatnya arus informasi yang cepat, masif, dan tidak selalu tervalidasi. Masalah utama yang dihadapi pendidikan saat ini adalah kecenderungan peserta didik bersikap pasif, konsumtif terhadap informasi, serta lemahnya kemampuan analisis dan refleksi kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual pengembangan akal kritis dalam pendidikan, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang yang muncul di era digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research melalui analisis terhadap buku, artikel jurnal, dan karya ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa era digital menghadirkan tantangan berupa banjir informasi dan degradasi nalar reflektif, namun sekaligus membuka peluang penguatan akal kritis melalui literasi digital dan pembelajaran berbasis refleksi. Penelitian ini berkontribusi pada penguatan landasan teoretis pengembangan pendidikan yang berorientasi pada akal kritis
Copyrights © 2025