Background: Anemia merupakan masalah kesehatan yang banyak dialami remaja putri di Indonesia dan berdampak serius terhadap kualitas hidup serta risiko kesehatan di masa mendatang, termasuk stunting. Akan tetapi deteksi anemia masih bergantung pada metode invasif yang tidak selalu mudah diakses oleh remaja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan remaja melalui edukasi dan implementasi aplikasi CeSLA (Cegah Stunting Lewat Anemia), yakni inovasi teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk deteksi anemia secara non-invasif. Metode: Kegiatan dilaksanakan di SMA Negeri 1 Tegal dan diikuti oleh 24 siswi dari kelas XI. Rangkaian kegiatan meliputi edukasi interaktif, simulasi penggunaan aplikasi, pendampingan, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil: Terdapat peningkatan pemahaman peserta terkait anemia dan implementasi AI dalam deteksi dini, yang ditunjukkan melalui kenaikan skor rata-rata dari 7,0 (pre-test) menjadi 9,1 (post-test). Kesimpulan: Implementasi CeSLA terbukti efektif sebagai media edukatif dan praktis untuk mendeteksi anemia secara mandiri. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis teknologi dapat meningkatkan kesadaran dan pemantauan kesehatan di kalangan remaja.
Copyrights © 2025