Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dampak lingkungan yang agamis terhadap perkembangan mental remaja di Desa Sei Mencirim Dusun 1. Kajian dilakukan melalui wawancara dengan tiga narasumber, yaitu tokoh agama, orang tua, dan remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan desa yang dipenuhi kegiatan keagamaan, seperti pengajian, shalat berjamaah, dan aktivitas remaja masjid, mampu membentuk suasana yang mendorong terbentuknya karakter positif. Keterlibatan remaja dalam kegiatan tersebut menumbuhkan disiplin, rasa tenang, kontrol emosi, serta rasa hormat terhadap orang lain. Komunikasi antara orang tua dan anak mengenai nilai-nilai keagamaan juga muncul sebagai faktor yang menjaga keseimbangan mental remaja. Temuan penelitian menegaskan bahwa lingkungan agamis memberikan pengaruh yang kuat terhadap perilaku remaja dan membantu mempersiapkan mereka menghadapi tantangan sosial di lingkungan sekitar.
Copyrights © 2026