Journal of Green Complex Engineering
Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus

Arsitektur sebagai Katalis Budaya: Desain Eco-Cultural untuk Pusat Warisan Bugis-Makassar

Suaib, Muhammad (Unknown)
Syarif, Muhammad (Unknown)
Paddiyatu, Nurhikmah (Unknown)
Rohana (Unknown)
Yusri, Andi (Unknown)
Latif, Sahabuddin (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 Aug 2025

Abstract

ABSTRAKKabupaten Gowa merupakan wilayah di Sulawesi Selatan yang kaya akan budaya Bugis-Makassar, namun belum memiliki fasilitas representatif untuk pelestarian dan pengembangan budaya lokal secara berkelanjutan. Studi ini merancang sebuah Pusat Kebudayaan dan Seni Lokal dengan pendekatan eco-cultural yang menggabungkan prinsip keberlanjutan lingkungan dengan pelestarian nilai budaya lokal. Metode yang digunakan meliputi observasi tapak, wawancara, studi literatur, serta analisis sosial dan ekologis sebagai dasar perancangan. Hasil desain menunjukkan integrasi lima prinsip eco-cultural—image of space, environmental knowledge, building image, technologies, dan idealized concept of place—ke dalam bentuk arsitektur yang adaptif terhadap iklim tropis serta simbolik terhadap budaya Bugis-Makassar. Zona fungsional disusun secara fleksibel untuk menunjang aktivitas edukasi, pertunjukan, dan interaksi sosial, sementara bentuk bangunan terinspirasi dari topi Patonro dan kipas tradisional. Desain ini tidak hanya menghasilkan fasilitas budaya yang fungsional dan kontekstual, tetapi juga berfungsi sebagai ruang edukasi dan refleksi ekologis. Dengan demikian, pusat kebudayaan ini berperan penting dalam mendukung kontinuitas budaya dan kesadaran lingkungan masyarakat Gowa, serta menjadi model arsitektur berkelanjutan berbasis lokal di Indonesia. ABSTRACTGowa Regency in South Sulawesi is rich in Bugis-Makassar cultural heritage but lacks a representative facility for the sustainable preservation and development of local culture. This study designs a Local Cultural and Arts Center using an eco-cultural approach that combines environmental sustainability principles with the preservation of local cultural values. The methods used include site observation, interviews, literature studies, and socio-ecological analysis as the foundation for design development. The design results demonstrate the integration of five eco-cultural principles—image of space, environmental knowledge, building image, technologies, and idealized concept of place—into architectural forms that are adaptive to the tropical climate and symbolically reflective of Bugis-Makassar culture. Functional zones are organized flexibly to support educational, performance, and social interaction activities, while the building form is inspired by the traditional Patonro headgear and cultural fan motifs.This design not only provides a functional and contextually relevant cultural facility but also serves as an educational space and ecological reflection. Therefore, the cultural center plays a vital role in supporting cultural continuity and environmental awareness in the Gowa community and serves as a model for locally based sustainable architecture in Indonesia.      

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

greenplexresearch

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture Computer Science & IT Electrical & Electronics Engineering Energy Engineering

Description

Greenplex Research Journal of Green Complex Engineering adalah jurnal akademik yang berfokus pada penelitian dan publikasi di bidang rekayasa kompleks hijau. Jurnal ini menekankan pada perkembangan dan aplikasi solusi teknis yang berkelanjutan dan ramah lingkungan dalam desain, konstruksi, dan ...