Penelitian ini bertujuan menganalisis persamaan latar belakang Habiburrahman El Shirazy (Kang Abik) dan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) melalui pendekatan sosiobiografis, kultural, religius-humanistik, stilistika, dan naratif. Keduanya merupakan figur sastra kontemporer Indonesia yang lahir dari lingkungan religius Jawa, berakar pada tradisi pesantren, serta mengalami proses pembentukan intelektual melalui pergaulan lintas budaya yang luas. Meskipun berbeda medium ekspresi Habiburrahman melalui novel bernuansa dakwah dan Emha Ainun Nadjib melalui puisi serta esai kritis keduanya memperlihatkan kesinambungan visi spiritual, kepedulian sosial, dan etika humanistik yang kuat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan analisis wacana sastra dan pendekatan stilistika-naratif. Data penelitian meliputi karya utama kedua penulis, studi dokumentasi, serta penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesamaan latar biografis dan kultural melahirkan orientasi estetik dan naratif yang serupa, seperti penggunaan simbol religius, eksplorasi cinta transenden, kritik sosial berbasis moralitas keagamaan, serta penokohan yang menekankan perjalanan spiritual. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa konstruksi identitas religius dan budaya Jawa menjadi fondasi yang menyatukan kedua tokoh dalam kerangka sastra Islam modern di Indonesia
Copyrights © 2026