Introduction: Cedera luka bakar menjadi penyebab utama kecacatan dari tahun ke tahun. Kontraktur akibat luka bakar menjadi salah satu komplikasi umum terjadi yang menyebabkan keterbatasan gerak dan memengaruhi area fleksibilatas seperti sendi.Case Presentation: Seorang pasien anak perempuan usia 8 tahun dengan kontraktur axilla post burn. Pasien mengeluhkan kekakuan dan keterbatasn ROM pada gerak shoulder dextra akibat kontraktur pada axilla.Management and Outcome: Pasien diberikan program latihan berupa latihan ROM aktif-pasif, mobilisasi glenohumeral joint, massage axilla, gentle stretching dan strengthening exercise dan finger walking exercise. Evaluasi nyeri, dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS), kekuatan otot menggunakan Manual Muscle Testing (MMT), lingkup gerak sendi (ROM) menggunakan Goniometer, skala gatal menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) dan kemampuan fungsional menggunakan Shoulder Pain and Disability Index (SPADI). Terdapat penurunan nyeri dan rasa gatal pada T1-T4. Pada ROM dan aktivitas fungsional SPADI dijumpai peningkatan pada T1-T4.Discusion: Pendekatan fisioterapi yang intensif seperti stretching exercise dapat meningkatkan ROM dan mencegah kekakuan lebih lanjut. Selain itu, pemberian latihan secara signifikan dapat meningkatkan kualitas hidup pada anak-anak dengan cedera post burn.Kesimpulan: Hasil dari pemberian exercise selama 4 minggu didapati hasil peningkatan ROM dan aktivitas fungsional pada pasien.
Copyrights © 2025