Introduction: Frozen shoulder adalah gangguan muskuloskeletal yang ditandai dengan nyeri dan keterbatasan mobilitas sendi bahu. Salah satu faktor primer pemicu frozen shoulder adalah diabetes melitus. Prevalensi frozen shoulder pada populasi umum sekitar 0,75%, namun prevalensi frozen shoulder pada penderita diabetes melitus lebih tinggi yaitu sekitar 13,4%.Case Presentation: Seorang pasien laki-laki berusia 44 tahun yang didiagnosis menderita frozen shoulder kiri dan memiliki riwayat diabetes melitus menjalani fisioterapi selama tiga sesi. Pemeriksaan menunjukkan pasien terdapat nyeri, penurunan kekuatan otot, keterbatasan lingkup gerak sendi, dan penurunan aktivitas fungsional.Management and Outcome: Intervensi yang diberikan adalah terapi inframerah (13 menit), US (5 menit), dan terapi latihan (15–30 menit). Penilaian dilakukan dengan NRS, MMT, Goniometer, dan SPADI. Skor nyeri berkurang dari 3 menjadi 2, sementara nyeri akibat gerakan berkurang dari 4 menjadi 3. Rentang gerak sendi membaik dalam fleksi (+5°), ekstensi (+4°), abduksi (+6°), dan rotasi eksternal (+4°). Penilaian disabilitas SPADI turun dari 36,9% menjadi 33,8%.Discussion: Terapi kombinasi yang diberikan berupa terapi inframerah, ultrasound, dan terapi latihan bertujuan untuk mengurangi nyeri dan meningkatkan fungsi sendi bahu pada kasus frozen shoulder sinistra.Conclusion: Terapi kombinasi inframerah, ultrasound, dan terapi latihan efektif meredakan nyeri, menjaga stabilisasi kekuatan otot, meningkatkan lingkup gerak sendi, dan kemampuan fungsional pasien frozen shoulder sinistra komorbiditas diabetes melitus.
Copyrights © 2025