Academic Physiotherapy Conference Proceeding
2025: Academic Physiotherapy Conference Proceeding

Manajemen Fisioterapi pasca Debridement dan STSG pada Kasus Necrotizing Fascitis: Studi Kasus

Hidayati, Asri Lutfika (Unknown)
Fatmarizka, Tiara (Unknown)
Hamidah, Nilam Nur (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Jul 2025

Abstract

Introduction: Necrotizing fasciitis merupakan infeksi jaringan lunak yang bersifat progresif dan mengancam jiwa, ditandai dengan nekrosis pada fascia superfisialis dan jaringan subkutan. Penanganan bedah berupa debridement dan STSG sering menimbulkan permasalahan fungsional seperti nyeri, kekakuan sendi, keterbatasan lingkup gerak, dan penurunan kekuatan otot yang memerlukan manajemen fisioterapi komprehensif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil dari manajemen fisioterapi pasca debridement dan STSG pada kasus Necrotizing Fascitis dengan pemberian intervensi berupa Electrical Stimulation (ES) Stretching, Scar Massage, ROM Exercise, Strengthening Exercise, dan Gait TrainingCase Presentation: Desain penelitian ini dengan menggunakan metode pendekatan studi kasus. Penelitian dilaksanakan di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah Bali pada bulan November hingga Desember 2024 pada seorang pasien wanita berusia 33 tahun, dengan diagnosa medis Post Debridement + STSG Regio Femur E.C. Necrotizing Fascitis. Permasalahan fisioterapi yang terdapat pada pasien, yaitu terdapat nyeri gerak, keterbatasan gerak aktif Range of Motion (ROM) penurunan kekuatan otot pergelangan kaki, serta terdapat oedem di area pergelangan kaki dan penurunan aktivitas fungsionalManagement and Outcome: Pengukuran yang dilakukan adalah pengukuran nyeri dengan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Pengukuran kekuatan otot menggunakan Manual Muscle Testing (MMT). Goniometer untuk mengukur Range of Motion (ROM). Pengukuran oedem dengan mitline Figure of Eigth. Skala Fungsional Ekstremitas Bawah (LEFS) untuk mengukur kemampuan fungsional. LEFS adalah kuesioner kualitas hidup yang terdiri dari 20 item kemampuan sseorang ntuk melakukan tugas sehari-hari. Hasil setelah 3 kali fisioterapi terjadi penurunan nyeri gerak pada T1 = 3 menjadi T3 = 2. Peningkatan kekuatan otot regio hip dextra dalam gerakan fleksi, abduksi dan adduksi T1 = 4, menjadi T3 = 5. Regio knee dextra dalam gerakan fleksi dan ektensi T1 = 3 menjadi T3 = 4. Peningkatan Lingkup Gerak Sendi (LGS) pada regio knee dextra yaitu 0-0-40 mengalami peningkatan menjadi 0-0-50. Sedangkan pada regio ankle pada awal terapi yaitu 20-0-10° dan mengalami peningkatan menjadi 25°-0°-15° pada gerakan dorsal dan plantar fleksi. Penurunan oedem dengan selisih pada T1 = 5 cm menjadi T3 = 0. Peningkatan kemampuan fungsional LESF T1 = 31,2% kemudian menjadi T3 = 45%.Conclusion: Terdapat penurunan nyeri dan peningkatan pada ROM, kekuatan otot, oedema, aktivitas fungsional setelah diberikan intervensi Electrical Stimulation (ES), stretching, scar massage, ROM exercise, strengthening, serta gait training selama 3 sesi terapi.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

apc

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology Neuroscience Nursing Public Health

Description

Academic Physiotherapy Conferences are a series of activities that include international seminars and call papers. This activity aims to improve literacy and scientific publications of physiotherapy which specifically discuss cases related to problems of function and movement of the human ...