Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi dan Penanganan Ankle Sprain pada Komunitas Atlet Tapak Suci di Universitas Muhammadiyah Surakarta Dewanto, Adetya Priyo; Hidayati, Asri Lutfika; Khairunissa, Hatifa; Zairima, Muflihah; Arsifanto, Achid Muyassar; Pristianto, Arif
Al Ghafur : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/alghafur.v2i2.1906

Abstract

Ankle sprain merupakan jenis cedera muskuloskeletal yang paling sering dijumpai. Cedera adalah kerusakan pada struktur atau fungsi tubuh yang dikarenakan suatu paksaan atau tekanan fisik maupun kimiawi. Ankle sprain biasa terjadi karena gerakan yang berlebihan (overstretching dan hypermobility) atau trauma yang terjadi secara tiba-tiba, sehingga menyebabkan struktur ligamen teregang melampaui kemampuan normal dan terjadi robekan, baik sebagian maupun total. Cedera pergelangan kaki yang paling sering terjadi adalah keseleo pergelangan kaki dan patah tulang pergelangan kaki dari seluruh kasus cedera akibat berolahraga merupakan ankle sprain. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya-upaya untuk mengendalikan angka kejadian ankle sprain yang bisa diterapkan oleh komunitas. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para Atlet Tapak Suci terkait ankle sprain. Kegiatan yang dipilih untuk menyampaikan edukasi adalah penyuluhan yang dikemas dengan metode ceramah dengan menggunakan leaflet. Evaluasi pengetahuan tentang penyakit ankle sprain baik sebelum maupun sesudah proses penyampaian materi. Berdasarkan pelaksanaan kegiatan edukasi dan penyuluhan dapat diambil kesimpulan bahwa penyuluhan ankle sprain memiliki dampak baik dalam membantu meningkatkan pengetahuan anggota komunitas Tapak Suci terkait ankle sprain. 
Manajemen Fisioterapi pasca Debridement dan STSG pada Kasus Necrotizing Fascitis: Studi Kasus Hidayati, Asri Lutfika; Fatmarizka, Tiara; Hamidah, Nilam Nur
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2025: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Necrotizing fasciitis merupakan infeksi jaringan lunak yang bersifat progresif dan mengancam jiwa, ditandai dengan nekrosis pada fascia superfisialis dan jaringan subkutan. Penanganan bedah berupa debridement dan STSG sering menimbulkan permasalahan fungsional seperti nyeri, kekakuan sendi, keterbatasan lingkup gerak, dan penurunan kekuatan otot yang memerlukan manajemen fisioterapi komprehensif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil dari manajemen fisioterapi pasca debridement dan STSG pada kasus Necrotizing Fascitis dengan pemberian intervensi berupa Electrical Stimulation (ES) Stretching, Scar Massage, ROM Exercise, Strengthening Exercise, dan Gait TrainingCase Presentation: Desain penelitian ini dengan menggunakan metode pendekatan studi kasus. Penelitian dilaksanakan di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah Bali pada bulan November hingga Desember 2024 pada seorang pasien wanita berusia 33 tahun, dengan diagnosa medis Post Debridement + STSG Regio Femur E.C. Necrotizing Fascitis. Permasalahan fisioterapi yang terdapat pada pasien, yaitu terdapat nyeri gerak, keterbatasan gerak aktif Range of Motion (ROM) penurunan kekuatan otot pergelangan kaki, serta terdapat oedem di area pergelangan kaki dan penurunan aktivitas fungsionalManagement and Outcome: Pengukuran yang dilakukan adalah pengukuran nyeri dengan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Pengukuran kekuatan otot menggunakan Manual Muscle Testing (MMT). Goniometer untuk mengukur Range of Motion (ROM). Pengukuran oedem dengan mitline Figure of Eigth. Skala Fungsional Ekstremitas Bawah (LEFS) untuk mengukur kemampuan fungsional. LEFS adalah kuesioner kualitas hidup yang terdiri dari 20 item kemampuan sseorang ntuk melakukan tugas sehari-hari. Hasil setelah 3 kali fisioterapi terjadi penurunan nyeri gerak pada T1 = 3 menjadi T3 = 2. Peningkatan kekuatan otot regio hip dextra dalam gerakan fleksi, abduksi dan adduksi T1 = 4, menjadi T3 = 5. Regio knee dextra dalam gerakan fleksi dan ektensi T1 = 3 menjadi T3 = 4. Peningkatan Lingkup Gerak Sendi (LGS) pada regio knee dextra yaitu 0-0-40 mengalami peningkatan menjadi 0-0-50. Sedangkan pada regio ankle pada awal terapi yaitu 20-0-10° dan mengalami peningkatan menjadi 25°-0°-15° pada gerakan dorsal dan plantar fleksi. Penurunan oedem dengan selisih pada T1 = 5 cm menjadi T3 = 0. Peningkatan kemampuan fungsional LESF T1 = 31,2% kemudian menjadi T3 = 45%.Conclusion: Terdapat penurunan nyeri dan peningkatan pada ROM, kekuatan otot, oedema, aktivitas fungsional setelah diberikan intervensi Electrical Stimulation (ES), stretching, scar massage, ROM exercise, strengthening, serta gait training selama 3 sesi terapi.