Penguatan literasi baca tulis di sekolah dasar wilayah kepulauan masih menghadapi keterbatasan struktural, variasi kapasitas kepemimpinan, dan minimnya kajian evaluatif berbasis konteks. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengelolaan Program Literasi Baca Tulis menggunakan Model Stake untuk memetakan kesiapan, proses implementasi, dan capaian pembelajaran secara terpadu. Penelitian menerapkan desain kualitatif evaluatif dengan pendekatan studi kasus di SDN Inpres Wearlilir, melibatkan kepala sekolah, guru, siswa, dan komite sekolah sebagai partisipan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional, integrasi literasi lintas mata pelajaran, serta kolaborasi sekolah dan orang tua membentuk ekosistem literasi adaptif yang mampu mengompensasi keterbatasan fasilitas. Program ini berkontribusi terhadap peningkatan kreativitas, dan ekspresi siswa, meskipun adanya keterbatasan pelatihan guru. Studi ini memperluas Model Stake dalam penguatan literasi kepemimpinan kontekstual di wilayah kepulauan.
Copyrights © 2025