Indonesia is a plural nation with diverse ethnic, religious, and cultural identities. Yet this diversity has at times been exploited by extremist groups that seek to impose exclusive ideologies. This article examines the urgency of multicultural education as a strategy to prevent radicalism. Using a qualitative descriptive method through literature review of constitutional documents, scholarly works, and government reports, the paper analyzes multiculturalism theories and the dynamics of radicalism in Indonesia. It argues that multicultural education – defined as educational reform designed to actualize equality for students from diverse racial, ethnic, cultural, and linguistic groups – nurtures social justice and tolerance. The rise of extremist violence and ongoing deradicalization programs underscore the need for educational approaches that build resilience. Recommendations include integrating multicultural values into the curriculum, training educators, promoting intergroup dialogue, and enhancing community involvement in order to strengthen national cohesion and counter radical ideologies. Indonesia adalah bangsa plural dengan identitas etnis, agama, dan budaya yang beragam. Namun keberagaman ini kerap dieksploitasi oleh kelompok ekstrem yang ingin memaksakan ideologi eksklusif. Artikel ini mengkaji urgensi pendidikan multikulturalisme sebagai strategi mencegah radikalisme. Melalui metode deskriptif kualitatif dengan telaah literatur konstitusi, karya ilmiah dan laporan pemerintah, tulisan ini menganalisis teori multikulturalisme serta dinamika radikalisme di Indonesia. Pendidikan multikultural, yang didefinisikan sebagai reformasi pendidikan untuk mewujudkan kesetaraan bagi peserta didik dari berbagai kelompok ras, etnis, budaya dan bahasa, menumbuhkan keadilan sosial dan toleransi. Meningkatnya kekerasan ekstrem dan program deradikalisasi yang sedang berlangsung menegaskan perlunya pendekatan pendidikan yang membangun ketahanan. Rekomendasi meliputi integrasi nilai multikultural dalam kurikulum, pelatihan pendidik, promosi dialog antar kelompok, serta pelibatan masyarakat demi memperkuat kohesi nasional dan menangkal ideologi radikal.
Copyrights © 2025