Penuaan membuat golongan lansia rentan terkena penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes melitus, sakit sendi dan dislipidemia. Penyakit tersebut dapat menimbulkan komplikasi seperti stroke apabila tidak segera ditangani. Selain proses penuaan, faktor-faktor lain seperti pola konsumsi makanan dan aktivitas fisik juga mempengaruhi. Ketidakseimbangan antara energi yang dihasilkan dari konsumsi makanan dengan energi yang dikeluarkan (aktivitas fisik) mengakibatkan kondisi status gizi yang buruk. Status gizi yang buruk ini juga mempengaruhi penyakit dan komplikasi yang dapat muncul pada lansia. Penapisan untuk kondisi dan penyakit tersebut perlu dilakukan sedini mungkin pada golongan pra-lansia dan lansia. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemeriksaan kesehatan gratis, skrining faktor risiko dan memberikan edukasi kesehatan pada warga pra-lansia dan lansia. Kegiatan penapisan dilakukan dengan menyelenggarakan pengabdian masyarakat di kelurahan Pudakpayung. Warga pra-lansia dan lansia diukur tinggi badan dan berat badannya, tekanan darah, serta kadar gula darah, asam urat dan kolesterol. Warga juga mengisi informasi aktivitas olahraga. Selain itu, diberikan juga edukasi kesehatan kepada warga yang berpartisipasi. Sebanyak 60 warga pra-lansia (48,3%) dan lansia (51,7%) berpartisipasi dalam kegiatan pengabdian ini. Hasil pemeriksaan partisipan menunjukkan prevalensi yang tinggi pada obesitas (55%), hipertensi (46,7%) dan kadar kolesterol tinggi (70%). Warga antusias mengikuti kegiatan edukasi kesehatan yang ditunjukkan dengan aktif berdiskusi terkait topik yang diberikan. Hanya 25 warga yang telah cukup melakukan aktivitas fisik. Perlu adanya kegiatan pengabdian berkesinambungan yang dapat memfasilitasi warga untuk peningkatan durasi aktivitas fisik yang dibutuhkan untuk menjaga kebugaran dan kesehatan warga pra-lansia dan lansia. Selain itu, juga dibutuhkan edukasi mengenai asupan gizi seimbang pada pra-lansia dan lansia.
Copyrights © 2026