Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak keberadaan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkuban Perahu, dengan fokus pada analisis risiko ekonomi dan sosial yang dihadapi oleh masyarakat lokal. Menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui studi literatur mengenai sejarah geologis dan legenda budaya, serta wawancara mendalam dengan pelaku usaha mikro di kawasan wisata. Hasil studi menunjukkan bahwa gunung ini berkontribusi signifikan terhadap perekonomian lokal (perdagangan, kuliner, transportasi) dan identitas budaya (Legenda Sangkuriang). Namun, evaluasi risiko mengindikasikan kerentanan ekonomi yang tinggi, di mana pendapatan pelaku usaha sangat tidak pasti akibat kebijakan pembatasan kunjungan dan fluktuasi wisatawan. Kondisi ini diperburuk oleh potensi risiko bencana vulkanik. Penelitian menyimpulkan bahwa pengelolaan pariwisata berkelanjutan harus "mengakuntansikan" atau memperhitungkan mitigasi risiko bencana dan kestabilan ekonomi masyarakat untuk menjamin kesejahteraan jangka panjang.
Copyrights © 2025