Rajungan (Portunus pelagicus) merupakan komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi yang memiliki peran strategis dalam meningkatkan pendapatan nelayan kecil di Indonesia. Salah satu tantangan utama dalam rantai nilai rajungan adalah rendahnya tingkat kelangsungan hidup hasil tangkapan sebelum tiba di pelabuhan, yang berdampak pada penurunan nilai jual. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas teknologi aerator portabel dalam meningkatkan daya tahan hidup rajungan pada kapal bubu sebagai upaya kebijakan inovatif yang berdampak pada ekonomi nelayan. Metode eksperimen dilakukan dengan membandingkan dua perlakuan: bak kontrol tanpa aerator dan bak perlakuan dengan aerator, selama lima trip penangkapan di Perairan Teluk Jakarta. Hasil analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan signifikan (p = 0,007) dalam tingkat kelangsungan hidup rajungan antara dua perlakuan, dengan angka survival mencapai 100% pada perlakuan aerator. Temuan ini menunjukkan bahwa teknologi aerator portabel dapat diadopsi sebagai bagian dari strategi kebijakan peningkatan kualitas pasca-tangkap dan peningkatan kesejahteraan nelayan rajungan. Diperlukan dukungan kebijakan dalam bentuk penyuluhan teknologi dan bantuan akses peralatan bagi nelayan kecil. The blue swimming crab (Portunus pelagicus) is a high-value fishery commodity that plays a strategic role in enhancing the income of small-scale fishers in Indonesia. One of the key challenges in the crab value chain is the low survival rate of catches before landing, which significantly reduces market value. This study aims to evaluate the effectiveness of portable aerator technology in improving the survival rate of crabs on trap boats, as part of an innovative policy effort to enhance fisher livelihoods. An experimental method was employed, comparing two treatment groups: a control tank without an aerator and a treatment tank equipped with a portable aerator, over five fishing trips in Jakarta Bay. Statistical analysis revealed a significant difference in survival rates between the two treatments (p = 0.007), with the aerated group achieving a 100% survival rate. These findings suggest that portable aerator technology can be adopted as a viable strategy for improving post-harvest quality and supporting the economic resilience of blue swimming crab fishers. Policy support in the form of technology outreach and improved access to equipment for small-scale fishers is recommended.
Copyrights © 2025