Alamsyah, Majid
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RANCANG BANGUN AERATOR PORTABEL UNTUK MENINGKATKAN KADAR OKSIGEN TERLARUT (DO) PADA PENANGANAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DI ATAS KAPAL Alamsyah, Majid; Sudrajat, Danu; Wahyudin, Rudi Alek
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 3 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.3.182-190

Abstract

Parameter kualitas air yang memengaruhi kelangsungan hidup rajungan mencakup suhu, salinitas, pH, dan oksigen terlarut. Kekurangan oksigen dapat menurunkan kinerja metabolisme serta daya tahan tubuh rajungan. Rendahnya kadar oksigen terlarut dapat berakibat fatal bagi rajungan. Penelitian ini bertujuan merancang aerator portabel yang mampu secara efisien dan efektif meningkatkan kadar oksigen terlarut (DO). Penelitian dilaksanakan dari bulan September hingga Desember 2024 di Workshop Kampus Politeknik AUP, Pasar Minggu, Jakarta. Metode yang digunakan adalah engineering research untuk merancang dan menciptakan aerator portabel yang efektif dan efisien dalam meningkatkan kadar DO. Kombinasi aerator terbaik adalah pompa celup dan nozel venturi, yang dapat meningkatkan kadar DO hingga 7,48 mg/L dengan konsumsi listrik yang efisien sebesar 5,7A. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aerator portabel memiliki pengaruh signifikan dalam meningkatkan kadar DO (p=0.000 < 0.05).
KEBIJAKAN INOVASI TEKNOLOGI AERATOR PORTABEL UNTUK MENINGKATKAN DAYA TAHAN HIDUP RAJUNGAN DAN PENDAPATAN NELAYAN BUBU DI TELUK JAKARTA Alamsyah, Majid; Sudrajat, Danu; Wahyudin, Rudi Alek
Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia Vol 17, No 2 (2025): (November) 2025
Publisher : Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jkpi.17.2.2025.139-149

Abstract

Rajungan (Portunus pelagicus) merupakan komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi yang memiliki peran strategis dalam meningkatkan pendapatan nelayan kecil di Indonesia. Salah satu tantangan utama dalam rantai nilai rajungan adalah rendahnya tingkat kelangsungan hidup hasil tangkapan sebelum tiba di pelabuhan, yang berdampak pada penurunan nilai jual. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas teknologi aerator portabel dalam meningkatkan daya tahan hidup rajungan pada kapal bubu sebagai upaya kebijakan inovatif yang berdampak pada ekonomi nelayan. Metode eksperimen dilakukan dengan membandingkan dua perlakuan: bak kontrol tanpa aerator dan bak perlakuan dengan aerator, selama lima trip penangkapan di Perairan Teluk Jakarta. Hasil analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan signifikan (p = 0,007) dalam tingkat kelangsungan hidup rajungan antara dua perlakuan, dengan angka survival mencapai 100% pada perlakuan aerator. Temuan ini menunjukkan bahwa teknologi aerator portabel dapat diadopsi sebagai bagian dari strategi kebijakan peningkatan kualitas pasca-tangkap dan peningkatan kesejahteraan nelayan rajungan. Diperlukan dukungan kebijakan dalam bentuk penyuluhan teknologi dan bantuan akses peralatan bagi nelayan kecil. The blue swimming crab (Portunus pelagicus) is a high-value fishery commodity that plays a strategic role in enhancing the income of small-scale fishers in Indonesia. One of the key challenges in the crab value chain is the low survival rate of catches before landing, which significantly reduces market value. This study aims to evaluate the effectiveness of portable aerator technology in improving the survival rate of crabs on trap boats, as part of an innovative policy effort to enhance fisher livelihoods. An experimental method was employed, comparing two treatment groups: a control tank without an aerator and a treatment tank equipped with a portable aerator, over five fishing trips in Jakarta Bay. Statistical analysis revealed a significant difference in survival rates between the two treatments (p = 0.007), with the aerated group achieving a 100% survival rate. These findings suggest that portable aerator technology can be adopted as a viable strategy for improving post-harvest quality and supporting the economic resilience of blue swimming crab fishers. Policy support in the form of technology outreach and improved access to equipment for small-scale fishers is recommended.