Arah dan kecepatan angin sangat berperan penting dalam penerbangan karena dapat mempengaruhi keselamatan dan efisiensi pesawat terbang saat landas dan mendarat. Bandara Silangit berada di daerah perbukitan dan perairan serta dataran tinggi, maka sangat besar kemungkinan arah angin yang berubah-ubah. Untuk itu perlu dilakukan analisis arah angin dan orientasi landasan pacu di Bandara Silangit. Analisis ini menggunakan data gabungan tahun 2020 hingga 2024 yang diperoleh dari Stasiun Meteorologi Silangit. Dalam penelitian ini dilakukan analisis arah angin dominan di Bandara Silangit menggunakan diagram windrose untuk mengetahui arah angin terbanyak. Data diolah menggunakan bantuan aplikasi WRPlot View. arah angin terbanyak berasal dari arah ENE (East North East) sebesar 12,306%. Arah angin ini diambil dari data gabungan tahun 2020–2024. Dengan perhitungan cakupan angin (wind coverage) dari arah angin dominan, didapatkan hasil cakupan angin sebesar 99,830% pada arah 70°–250°, sedangkan arah landasan pacu eksisting yaitu 90°–270° memiliki nilai cakupan angin sebesar 99,801%. Nilai cakupan angin dapat dikatakan layak karena memenuhi syarat kelayakan yaitu minimum 95%. Hal ini menunjukkan bahwa arah landasan pacu eksisting masih sangat layak terhadap arah angin di Bandara Silangit. Perbandingan kedua nilai tersebut menjadi dasar analisis kelayakan teknis orientasi runway terhadap kondisi angin jangka panjang.
Copyrights © 2025