Artikel ini melaporkan hasil penelitian yang bertujuan menerangkan pengaruh intensitas penggunaan media sosial untuk berita politik terhadap kecenderungan partisipasi politik daring di kalangan mahasiswa di Provinsi Jawa Barat. Metode yang digunakan termasuk dalam pendekatan kuantitatif dengan teknik survei melalui kuesioner daring. Sampel terdiri atas 407 mahasiswa aktif yang dipilih dengan teknik convenience sampling dan analisis data dengan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan, meskipun lemah, antara penggunaan media sosial untuk berita politik terhadap partisipasi politik secara daring (R = 0,109; R² = 1,2%; p < 0,05). Artinya, semakin tinggi frekuensi mahasiswa mengakses berita politik melalui media sosial, semakin besar kecenderungan mereka untuk terlibat dalam aktivitas politik digital, seperti mengikuti kampanye daring, mengunggah opini politik, atau menjadi sukarelawan online. Kendati demikian, rendahnya nilai koefisien determinasi mengindikasikan bahwa faktor-faktor lain, seperti minat politik, efikasi politik, dan diskusi interpersonal, kemungkinan memiliki kontribusi yang lebih besar terhadap partisipasi politik daring.
Copyrights © 2025