Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

GENERASI CERDAS TANPA PORNOGRAFI: PENYULUHAN PENCEGAHAN KONSUMSI PORNOGRAFI MEDIA DIGITAL DI SMP NEGERI 2 BANDUNG Puji Prihandini; Putri Limilia; Benazir Bona Pratamawaty

Publisher : Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.87 KB) | DOI: 10.31850/jdm.v2i2.399

Abstract

Penggunaan Internet di Indonesia sudah sangat mengalami perkembangan yang signifikan. Hal ini dapat terlihat dari data hasil survey yang dilakukan APJI (Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia) pada tahun 2017 terlihat bahwa penetrasi pengguna internet di Indonesia sebanyak 143,26 Juta Jiwa dari total pupulasi penduduk Indonesia 262 juta orang. Pengguna internet tersebut 75 persen didomniasi oleh remaja. Realitas bahwa remaja adalah usia mayoritas pengguna internet membawa kita kepada kenyataan yang dilematis. Seperti yang kita ketahui bahwa konten internet bermacam-macam bentuknya. Beberapa mengandung konten positif, dan juga sebaliknya. Adapun konten-konten negatif yang berbahaya bagi remaja, salah satunya yang perlu diwaspadai adalah konten pornografi. Hal ini bisa dicegah jika kita melakukan kesadaran keamana pornografi bagi remaja sejak dini, maka penyuluhan bertujuan untuk melakukan pencegahan konsumsi pornografi bagi remaja. Penyuluhan Pencegahan Konsumsi Pornografi dilakukan bagi remaja di kawasan SMP Negeri 2 Bandung. Kegiatan PPM dilaksanakan pada tanggal 30 Juli 2018. Materi PPM terdiri dari pengertian dan bentuk-bentuk pornografi, dampak negatif dari konsumsi pornografi serta cara mencegah dari konsumsi dan paparan konten pornografi. Hasil PPM menunjukan bahwa mayoritas remaja masih belum paham dengan definisi dan bentuk pornografi, mereka cenderung tidak sadar bahwa dalam kehidupan sehari-hari mereka sering terpapar konten pornografi.
Sosialisasi Bahaya Media Sosial sebagai Modus Perdagangan Orang pada Remaja di Jatinangor Benazir Bona Pratamawaty; Evie Ariadne Shinta Dewi; Putri Limilia
MENARA RIAU Vol 15, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.007 KB) | DOI: 10.24014/menara.v15i2.13968

Abstract

In the period of January to April 2021, 234 children were found to be the victims of the children trafficking and 60% of them were recruited through the social media. Children and young adults were told that they will be hired as employee and earn sophisticated salary while in fact they were tricked into sexual exploitation. Pandemic and high internet penetration results in increasing internet use for children and young adults. Hence, both children and young adults are prone to the human trafficking practices. Therefore, it is urgent to conduct socialization and education towards children and young adults regarding the high risks of social media use as the recruitment tools for human trafficking perpetrators. This community service aimed to increasing knowledge and rising awareness of the young adults in Jatinangor with regard to the threat of social media as the human trafficking modus of practices. The data collection comprised of online survey before and after the socialization. Because of the pandemic, the socialization took place online or known as Webinar. The webinar was divided into three session which consisted of polling session (pre-test), talks and discussion session, then post-test session. The objectives of this webinar were to socialize, educate, and develop social awareness with regard to the human trafficking threats. The online survey results were analyzed using quantitative descriptive technique. The results indicate that after the webinar the participant succeed in gaining knowledge and understanding of the human trafficking recruitment modus and how the social media used as one of the modus.
Model strategi komunikasi politik sosialisasi kebijakan Masyarakat Ekonomi ASEAN di Bandung Barat Benazir Bona Pratamawaty; Evie Ariadne Shinta Dewi; Putri Trulline
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): December 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.121 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v7i2.23362

Abstract

Sejak tahun 2016, Indonesia memasuki fase baru tatanan kehidupan bermasyarakat dalam lingkup kawasan ASEAN yakni dengan mulai efektifnya ASEAN Economic Community (AEC) atau yang lebih dikenal dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Konsekuensinya, Indonesia harus membuka perdagangan barang, jasa, dan pasar tenaga kerja dengan negara ASEAN lainnya. Pemerintah, baik pusat maupun daerah, perlu menyosialisasikan kebijakan terkait MEA kepada seluruh stakeholders termasuk kepada masyarakat luas guna menyiapkan masyarakat menghadapi fase baru kehidupan perekonomian nasional akibat pemberlakuan MEA. Studi ini bertujuan untuk mengetahui model ideal strategi komunikasi politik bagi pemerintah daerah Kabupaten Bandung Barat dalam menyiapkan masyarakat menghadapi pemberlakuan MEA. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan observasi, wawancara mendalam dan studi literatur. Pendekatan kualitatif dipandang relevan karena peneliti ingin mengkaji dan menganalisis secara mendalam strategi komunikasi politik pemerintah Kabupaten Bandung Barat dalam menyiapkan masyarakatnya menghadapi MEA. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa model strategi komunikasi politik yang ideal bagi pemerintah Kabupaten Bandung Barat dalam mengkomunikasikan kebijakan terkait MEA harus dimulai dari komunikasi politik internal pemerintah Kabupaten Bandung Barat dalam rangka menyamakan persepsi dan menciptakan kesepahaman akan visi pemerintah terkait kebijakan-kebijakan MEA. Dengan demikian, komunikasi politik pemerintah kepada masyarakat pun dapat dilakukan secara lebih terarah dan terprogram melalui koordinasi dan kerjasama dinas-dinas dan badan-badan terkait pemerintah Kabupaten Bandung Barat.
PELESTARIAN NILAI BUDAYA LOKAL MELALUI SENI KRIYA, SEBAGAI INOVASI PELAKU EKONOMI KREATIF DI MASA PANDEMI COVID-19 Evie Ariadne; Benazir Bona Pratamawaty; Putri limilia
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.4.2.615-624.2020

Abstract

Artikel ini merupakan hasil kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) dengan sasaran utama kelompok masyarakat di desa yang produktif secara ekonomi, yakni kelompok usaha yang dirintis oleh beberapa orang anggota masyarakat di Desa Sukagalih Kabupaten Sumedang bernama Galery Leuit. Kegiatan utama mereka adalah membuat kerajinan tangan (handycraft) berbahan dasar Bambu, Batok Kelapa dan Buah Brenuk (Maja) serta membuat kain batik dengan motif khusus berupa huruf Sunda Kuna Kaganga. Tujuan kegiatan PPM ini untuk membantu Mitra memperluas jaringan komunikasi agar karya-karyanya bisa dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah 1) belum memiliki peralatan kriya yang memadai, 2) belum mempunyai bengkel kerja yang memadai, 3) Belum memiliki konsep strategi dan media promosi serta pemasaran. Target dan luaran yang dihasilkan dari PPM ini antara lain Mitra dapat memiliki akses komunikasi terhadap pemerintah daerah untuk mengembangkan jaringan penjualan. Metode yang dipakai untuk mencapai tujuan tersebut adalah 1) Membuka jalur komunikasi dengan pemerintah daerah kabupaten Sumedang, Pemerintah provinsi dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Barat melalui diskusi dalam bentuk Webinar dengan menjadikan Mitra sebagai nara sumber dan pemerintah daerah sebagai penanggap. Program ini diharapkan mampu memfasilitasi perkembangan usaha mitra sehingga dapat memberikan multiflier effect bagi usaha sejenis dan usaha lain yang terkait (bermitra) dengannya. Kata Kunci: Nilai Budaya Lokal, Pelaku Usaha Kecil, Kerajinan Tangan, Seni Batik, Aksara Sunda ABSTRACT The target of this Community Service activity is a group of people who are economically productive, namely a business group initiated by several community members in Sukagalih Village, Sumedang Regency who have produced several handicrafts and made batik motif designs for the Sundanese Kuna Kaganga letter as an icon of the batik motif. The aim of the program is to help Partners expand communication networks so that their works can be recognized and utilized by the public. Business partners in this program are small businesses making and selling handicraft objects (craft art) made from Brenuk Fruit (Maja fruit) and making Batik cloth with the main motif in the form of Old Sundanese Script (Kaganga letter). The problems faced by partners are 1) not having adequate craft tools, 2) not having adequate workshops, 3) Not having a strategic concept and promotional and marketing media. The targets and outputs that resulted from the PKM's community service program at the Leuit Batik Rineka Sundanese Gallery in Suka Galih Village, Sumedang, West Java, among others, partners can have communication access to local governments to develop sales networks. The methods used to achieve these goals are 1) Open lines of communication with the regional government of Sumedang district, West Java Provincial Government and West Java Dekranasda. 2) create a discussion in the form of a Webinar by making Partners as resource persons and local government as responders. This program is expected to be able to facilitate partner development so that it can have a multiplier effect for similar businesses and other businesses related (partnering) with it. Keywords: Government Communication, small and medium enterprises / SMEs, Handy Craft, Batik Art, ancient Sundanese script
Paparan Selektif Partisan dalam Berita Covid-19 Anindita Widiastuti; Kunto Adi Wibowo; Benazir Bona Pratamawaty
Ultimacomm: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 13 No 1 (2021): Ultimacomm
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31937/ultimacomm.v13i1.1999

Abstract

Partisan selective exposure to online COVID-19 news articles is hypothesized to increase one’s exposure time to politically opinion-reinforcing news when exposed to a more opinion-reinforcing news environment and to increase one’s exposure time to politically opinion-challenging news when exposed to a more opinion-challenging news environment. This blocked 2x3 within-subjects experimental study crossed partisan stance (Pro Jokowi vs. Pro Anies) as the blocking factor with news conditions as the experimental factors (Pro vs. Contra vs. Control). The study randomly assigned 216 participants living in the Jakarta metropolitan area during the COVID-19 pandemic to two experimental and one control group for each stance (Pro Stance, Contra Stance, Control). Data shows how participants significantly spent more time on politically opinion-reinforcing news when in the Pro Stance condition, compared to when in the Contra Stance condition, and compared to when in the Control condition. Participants only significantly spent more time on politically opinion-challenging news when in the Contra Stance condition as compared to when in the Pro Stance condition, but not significantly as when compared to in the Control condition. The study took a look at how partisan selective exposure may play out in a certain news environment and found how a polarized news environment would lead to a more polarized exposure, which could get disastrous as it may play a role in people’s behavior towards the COVID-19 pandemic. Hence, getting ourselves accustomed to perspectives from an equal news environment could lead us to be less polarized, and therefore be wiser at determining our standpoints towards the COVID-19 pandemic.
Pelatihan Literasi Media Digital sebagai Penanggulangan Dampak Negatif Internet pada Ketahanan Keluarga Putri Limilia; Benazir Bona Pratamawaty
ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 1, No 01 (2018): Januari 2018
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.216 KB) | DOI: 10.32509/am.v1i01.480

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi tidak hanya memberikan dampak positif tetapi juga negatif bagi penggunanya. Salah satu dampak negatif yang sangat dikhawatirkan adalah konten-konten negatif yang dapat merusak nilai-nilai dan identitas bangsa. Selain itu, perkembangan tersebut juga dapat menimbulkan perubahan sosial dan mengancam ketahanan sosial psikologis sebuah keluarga. Misalnya saja dengan adanya teknologi, komunikasi orangtua dan anak secara tetap muka mulai berkurang intensitasnya. Masyarakat, khususnya orangtua, perlu dibekali dengan keterampilan literasi media digital agar dapat membentengi anak dari dampak negatif. Metode yang digunakan dalam pelatihan literasi media ini terdiri dari beberapa tahapan yaitu: (1) survei;( 2) pembuatan modul; (3) pelatihan; (4) evaluasi. Hasil pelatihan memperlihatkan bahwa, pasca pelatihan, pengetahuan peserta mengenai dampak negatif internet bertambah. Peserta mulai menyadari bahwa mereka memiliki peran penting dalam mengurangi dampak negatif. Selain itu, perserta juga berhasil memiliki keterampilan baru dalam melakukan aduan konten negatif di setiap media sosial.
MODEL KONSTRUKSI MAKNA PERAN DAN POSISI PEREMPUAN INDONESIA PELAKU KAWIN CAMPUR Benazir Bona Pratamawaty; Deddy Mulyana; Dadang Sugiana
Jurnal ASPIKOM - Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 4 (2018): Januari 2018
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.217 KB) | DOI: 10.24329/aspikom.v3i4.253

Abstract

This study aims to explore marriage between Indonesian women and the western men (laki-laki bule) from western culture and to describe the meaning of role and position of Indonesian women married with western men. Individual perspective on the role and gender position in marriage life is mostly influenced by neighbours, community, and family. The process of interpreting the role and gender position for Indonesian women is a part of community construction. This research deploys phenomenological perspective, particularly symbolic interactionism and the theory of the social construction of reality. Data have been collected by in-depth interviews and observation to seven Indonesian women married to western men in Jakarta selected through snowball sampling. This research found a construction meaning model related to the role and position of Indonesian women doing mix marriage. Through interaction with their husband, the informants define their role and position in marriage life which is inline with equality principle done by their husband including four different equality meaning, such as partial equality, natural equality, absolute equality, and pragmatic equality. The contribution of this study is to provide a model of construction of meaning on the role and position of Indonesian women doing mixed marriage in family and community.
Google Trends and Information Seeking Trend of COVID-19 in Indonesia Putri Limilia; Benazir Bona Pratamawaty
Jurnal ASPIKOM - Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.67 KB) | DOI: 10.24329/aspikom.v5i2.741

Abstract

WHO has declared COVID-19 as a pandemic due to its rapid increase in cases outside China. COVID-19 has also affected a growing number of countries. However, the Indonesia government responded to the declaration in a not-serious manner, which has generated uncertainty circumstance among its public. This circumstance has driven people to consume information as much as they are possible to consume. This study aims to map out the trend of information-seeking concerning COVID-19 in Indonesia using Google Trends and to compare it to the information available on Indonesia's Ministry of Health official website from January until March. This study was descriptive quantitative, which used Google Trends as data collection tools. The research found that information seeking concerning COVID-19 has been increasing since the end of January. Government statements were found as the trigger of the information-seeking activity escalation and also served as the reason behind different information-seeking trends each month.
PENGGUNAAN MEDIA PROMOSI DALAM KOMUNIKASI TERAPEUTIK BAGI PASIEN DI KAB. SERANG Studi Deskriptif Kualitatif tentang Penggunaan Media Promosi Dalam Komunikasi Terapeutik Tenaga Medis kepada Pasien di Puskesmas Tunjung Teja, Kab.Serang Ditha Prasanti; Benazir Bona Pratamawaty
Metacommunication Journal of Communication Studies
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.643 KB) | DOI: 10.20527/mc.v2i1.2996

Abstract

ABSTRACTCommunications and media are the two things are related. Humans communicate due to the relationship with the environment. When humans communicate, certainly require communication media. Media communications here are all facilities used to produce, reproduce, distribute or disseminate and present information. In this study, researchers interested in the use of communication media raised the issue of medical use medical personnel to patients in Serang district. It is based on data obtained from the Ministry of Health that health problems are still high, one in Kab.Serang. Researchers interested in studying this issue so visible root of the problem that occurred. Therefore, researchers wanted to know how to use communication media in the promotion of therapeutic medical personnel to patients in Kab.Serang. The approach used in this study is a qualitative approach with a qualitative descriptive study method. Data collection techniques used were observation, interview and documentation study. The results of this study indicate that the use of communication media medical personnel in health care to patients is still limited to (1) the print media, such as brochures, pamphlets, banners, (2) media board / billboard; (3) The media phone. But even this has started to be supported by the existence of websites in the online media. Keywords: Use, Media Promotion, Therapeutic Communication, Kab.Serang. AbstrakKomunikasi dan media merupakan dua hal yang saling berhubungan. Manusia berkomunikasi dikarenakan untuk melakukan hubungan dengan lingkungan. Saat manusia berkomunikasi, pastinya memerlukan media komunikasi. Media komunikasi disini adalah seluruh sarana yang digunakan untuk memproduksi, mereproduksi, menyalurkan atau menyebarkan dan juga menyajikan informasi. Dalam penelitian ini, peneliti tertarik mengangkat masalah penggunaan media komunikasi kesehatan yang digunakan tenaga medis kepada pasien di kabupaten Serang. Hal ini berdasarkan data yang diperoleh dari Departemen Kesehatan bahwa masalah kesehatan masih tinggi, salah satunya di Kabupaten Serang. Peneliti tertarik untuk meneliti masalah ini agar terlihat akar masalah yang terjadi. Oleh karena itu, peneliti ingin mengetahui bagaimana penggunaan media promosi dalam komunikasi terapeutik tenaga medis  kepada pasien di Kab.Serang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media komunikasi tenaga medis dalam  pelayanan kesehatan kepada pasien adalah masih terbatas pada (1) media cetak, seperti brosur, pamflet, spanduk, (2) media papan/billboard; (3) media telepon.  Tetapi inipun sudah mulai didukung dengan keberadaan website dalam media online. Kata Kunci: Penggunaan, Media Promosi, Komunikasi Terapeutik, Kab. Serang
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI PENGGUNAAN TWITTER DENGAN NEGATIVE PERSPECTIVE PADA MAHASISWA Tabina Izzati; Benazir Bona Pratamawaty
Jurnal Komunikasi dan Kajian Media Vol 6, No 1 (2022): JURNAL KOMUNIKASI DAN KAJIAN MEDIA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jkkm.v6i1.5088

Abstract

Salah satu penyebab adanya penurunan minat remaja terhadap aktivisme politik adalah negative perspective. Negative perspective adalah pandangan negatif umum yang dimiliki seorang terhadap keterlibatan dalam perilaku aktivisme online politik. Twitter dinobatkan sebagai podium untuk aktivisme online politik. Melalui teori uses and gratifications, penelitian ini berusaha mencari korelasi antara motivasi penggunaan Twitter dan negative perspective pada mahasiswa. Sebanyak 400 mahasiswa di pulau Jawa menjadi sample dalam penelitian ini. Data kuisioner yang telah terkumpul selanjutnya diuji dengan analisis statistika uji rank spearman. Hasil menyatakan bahwa tidak ada korelasi diantara motivasi penggunaan Twitter pada mahasiswa dan negative perspective.