Remaja merupakan periode krusial dalam perkembangan fisik dan mental, sehingga rentan terhadap perilaku seksual berisiko akibat berbagai faktor. Artikel ini bertujuan mengkaji faktor psikososial, budaya, dan pengaruh media digital yang berkontribusi terhadap perilaku seksual berisiko pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur berbasis pedoman PRISMA dengan pencarian artikel tahun 2020–2025 melalui Google Scholar, ScienceDirect, dan PubMed. Proses pencarian menggunakan aplikasi Publish or Perish dengan dua set kata kunci: “Perilaku Seksual Berisiko” AND “Remaja” AND “Media Sosial”, yang menghasilkan 200 artikel dari Google Scholar; serta “Perilaku Seksual Berisiko” AND “Remaja” AND “Psikososial”, yang menghasilkan 499 artikel dari ScienceDirect dan 53 artikel dari PubMed. Seluruh artikel dengan jumlah 752 disaring berdasarkan kriteria inklusi yang berfokus pada faktor psikososial, budaya, dan paparan media sosial, hingga diperoleh 11 artikel yang dianalisis. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa perilaku seksual berisiko pada remaja dipengaruhi oleh pengetahuan dan kontrol diri yang rendah, perubahan nilai budaya yang melemahkan norma sosial, serta intensitas penggunaan media sosial yang membentuk persepsi permisif terhadap seksualitas. Upaya pencegahan perlu diarahkan pada literasi seksual dan digital, penguatan peran keluarga dan budaya, serta kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan lingkungan yang sehat bagi remaja.
Copyrights © 2026