Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana implementasi Kurikulum Merdeka berkontribusi terhadap peningkatan kompetensi literasi dan numerasi peserta didik. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada beberapa sekolah pelaksana Kurikulum Merdeka di Kalimantan Timur. Data diperoleh melalui observasi kelas, wawancara mendalam dengan guru dan kepala sekolah, serta analisis dokumen pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka memberikan ruang lebih luas bagi guru untuk menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, mengoptimalkan projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, dan merancang alur pembelajaran yang lebih fleksibel sesuai kebutuhan siswa. Implementasi tersebut terbukti mendorong peningkatan kemampuan membaca pemahaman, berpikir kritis, serta pemecahan masalah matematis. Meski demikian, penelitian juga menemukan beberapa tantangan, khususnya terkait kesiapan guru dalam mengadaptasi paradigma baru, keterbatasan sarana penunjang, dan kebutuhan pendampingan berkelanjutan. Secara keseluruhan, Kurikulum Merdeka memiliki potensi signifikan untuk memperkuat literasi dan numerasi apabila ditopang pelatihan yang memadai dan kolaborasi antar pemangku kepentingan pendidikan.
Copyrights © 2025