p-Index From 2021 - 2026
5.096
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Interferensi Sintaksis Bahasa Indonesia pada Karangan Bahasa Inggris Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris STAIN Samarinda Bahrani, Bahrani
Dinamika Ilmu Dinamika Ilmu Vol.9 No 2, Desember 2009
Publisher : IAIN Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/di.v9i2.284

Abstract

English is the second language that has to be learned in formal education institution and also becomes compulsory subject for students of English department. Each language has different elements that make the students are difficult to master foreign language (English). Moreover, language mastery must have four language skills where composition is one of skills in language. This article explains the result of the research concerns with the Indonesian language syntactical interference on English essay. Based on the result of the research, the ability of writing sentences on English essay is still influenced by Indonesian language, even thought many students are able to write English essay with the appropriate grammar especially for the students of English Department of the fourth semester at State Institute of Islamic Studies Samarinda.
Interferensi Sintaksis Bahasa Indonesia pada Karangan Bahasa Inggris Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris STAIN Samarinda Bahrani, Bahrani
Dinamika Ilmu: Jurnal Pendidikan Dinamika Ilmu Vol.9 No 2, Desember 2009
Publisher : IAIN Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.044 KB) | DOI: 10.21093/di.v9i2.284

Abstract

English is the second language that has to be learned in formal education institution and also becomes compulsory subject for students of English department. Each language has different elements that make the students are difficult to master foreign language (English). Moreover, language mastery must have four language skills where composition is one of skills in language. This article explains the result of the research concerns with the Indonesian language syntactical interference on English essay. Based on the result of the research, the ability of writing sentences on English essay is still influenced by Indonesian language, even thought many students are able to write English essay with the appropriate grammar especially for the students of English Department of the fourth semester at State Institute of Islamic Studies Samarinda.
Meningkatkan Kemampuan Bercerita Melalui Media Gambar Kelompok B di KB Al-Malik Kelurahan Harapan Baru Kecamatan Loa Janan Ilir Samarinda Ainun Jariah; Bahrani Bahrani; Dwi Nur Aini Dahlan
Jurnal Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Borneo Vol 1 No 3 (2020): Jurnal Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Borneo, 1(3), Oktober 2020
Publisher : UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.13 KB) | DOI: 10.21093/jtikborneo.v1i3.2439

Abstract

Media gambar dapat meningkatakan kemampuan bercerita pada anak.dengan media gambar anak mampu bercerita baik didepan kelas atau didepan temannyasehingga anak tidak malu, merasa percaya diri dan dapat mengeluarkan kata-kata dari idenya sendiri.penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bercerita pada anak-anak khususnya pada anak didik KB Al-malik.penetitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari observasi,dan refleksi dengan penerapan media gambar yang dilakukan selama 2 siklus dan masing-masing siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Subyek penelitian yang digunakan adalah anak didik KB Al-malik kelompok B yang berusia 5-6 tahun. Obyek penelitiannya adalah kemampuan bercerita anak. instrumen dalam penelitian menggunakan checklist, pedoman observasi anak, dan dokumentasi. Kemudian untuk tekhnik analisis adata menggunakan penelitian kemampuan bercerita dan ketuntasan belajar. Hasil dari tindakan pembelajaran menunjukkan sebelum pembelajaran kemampuan bercerita anak berkisar 20 %, setelah tindakan awal meningkat hanya 30 % anak yang mampu bercerita setelah dilanjutkan tindakan ada peningkatan menjadi 60 % yang artinya mengalami peningkatan sebanyak 30% dari 7 anak didik.dan dilanjutkan pada siklus 2 menjadi 80 %. Dengan pelaksanaan guru menyiapkan media gambar dengan berbagai gambar binatang. Kemudian mencontohkan cara bercerita yang diikuti oleh subyek. Penilaian bercerita meliputi kemampuan bercerita, cara penggunaan artikulasi yang jelas, dan penggunaan ide dalam bercerita sehingga keluar kalimat sederhana yang dapat dimengerti oleh pendengar.
Telaah Kurikulum Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu Granada Samarinda Suriyani Asri; Muhammad Iwan Abdi; Bahrani Bahrani
Jurnal Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Borneo Vol 1 No 3 (2020): Jurnal Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Borneo, 1(3), Oktober 2020
Publisher : UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.296 KB) | DOI: 10.21093/jtikborneo.v1i3.3214

Abstract

SMA Islam Terpadu Granada Samarinda masih terbilang cukup baru sebagai lembaga pendidikan tingkat menengah di Samarinda namun dapat mencapai akreditasi sangat baik. Sekolah ini dengan cepat dan tanggap segera mempersiapkan diri dan beradaptasi dengan berbagai komponen dalam kurikulum yang digunakannya. Maka dari itu kurikulum perlu disusun secara sistematis dan isinya harus sesuai dengan standar yang ada. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana isi kurikulum SMA Islam Terpadu Granada Samarinda dan posisi kurikulum tersebut dalam konteks pencapaian tujuan pendidikan nasional.Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode analisis konten. Sumber data berasal dari dokumen kurikulum SMA Islam Terpadu Granada Samarinda yang didukung oleh beberapa hasil wawancara dari Kepala Sekolah dan Waka Kurikulum.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa SMA Islam Terpadu Granada Samarinda memadukan antara kurikulum nasional dan internasional. Penyusunan dokumen sesuai dengan pedoman penyusunan kurikulum BSNP dan Kurikulum di SMA Islam terpadu Granada Samarinda sangat khas dengan karakteristik nilai keislaman. Jadi, kurikulum nasional dan kurikulum Islam Terpadu saling bersinergi dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional yang akan menghasilkan peserta didik yang berkarakter. Hal ini dilakukan dengan cara memasukkan nilai-nilai keislaman dalam setiap mata pelajaran yang diberikan. Kedua kegiatanpengembangan melalui program-program sekolah dan pengembangan muatan lokal. Di dalam dokumen kurikulum tersebut terlihat bahwa pelaksanaan pendidikan di SMA Islam Terpadu Granada mengikuti peraturan dari dinas pendidikan dan juga menyisipkan nilai keislaman dalam setiap proses pendidikan tersebut.
The Implementation of British Parliamentary Debating in Mulawarman Debate Society (MDS) Lely Agustina; Bahrani Bahrani
Indonesian Journal of EFL and Linguistics Indonesian Journal of EFL and Linguistics, 1(1), May 2016
Publisher : Pusat Pelatihan, Riset, dan Pembelajaran Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.901 KB) | DOI: 10.21462/ijefll.v1i1.6

Abstract

In English debate, the students will be exposed to the real problems facing a society or a nation.  The students are required to be able to give a strong and reasonable statement and solution so that they can practice English and convince the public that their idea will be expressed freely. This study found that there were some differences related to the implementation of British Parliamentary debating system, such us the differences of the amount of debater and adjudicator and length of speech. Those differences actually did not give bad effect significantly during the observation because of during observations, each member acted his or her role as well as the regulation of British Parliamentary debating system. It can be said that they had fulfilled their role fulfillment as debater, time keeper or the speaker and as adjudicator in every single debating practice. Beside the differences mentioned above, everything related to the implementation of British Parliamentary debating system in Mulawarman Debating Society were the same as the standard regulation of the British Parliamentary Debating System. For instance, there was case building for fifteen minutes before debating, the debater delivered POI, both accepted and declined it, and in the debate practice of MDS, the adjudication was also done by the adjudicator through giving verbal adjudication and ranking the team. The motion was also given by the adjudicator in the debate practice of MDS.
Problematika Sistem Pembelajaran Full Day School di SD Islamic Center Samarinda Firda Rahmayani; Bahrani Bahrani; Saipul Hadi
Tarbiyah Wa Ta'lim: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran VOL 7, NO 2 (2020): TARBIYAH WA TA'LIM
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.482 KB) | DOI: 10.21093/twt.v7i2.2441

Abstract

Sistem full day school merupakan ciri khas sekolah terpadu yang mengharuskan sekolah merancang perencanaan pembelajaran dari pagi hingga sore, dengan durasi yang panjang tersebut tentu berisiko menimbulkan kejenuhan bagi peserta didiknya. SD Islamic Center merupakan sekolah yang menerapkan full day school dari pagi sampai dengan sore hari dengan durasi istirahat dua jam sekali. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui problematika sistem pembelajaran  full day school di SD Islamic Center Samarinda. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi, teknik analisis data melalui tiga tahap yakni: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian bahwa, adanya problem pada sistem pembelajaran  full day school seperti siswa kurang bisa menyesuaikan diri dengan jam tambahan yang lama. Situasi tersebut membuat mereka lelah & bosan, sehingga membuat kurangnya fokus dan motivas. Ditambah siswa tidak terkontrol akibat kurangnya guru, jadwal bertabrakan akibat banyaknya program dan sekolah menjadi konteks tempat penitipan anak. Solusi yang ditawarkan, guru mendesain pembelajaran yang menyenangkan agar siswa tidak jenuh dan bosan, mengadakan program kegiatan yang dapat memicu kembali semangat siswa setelah 5 hari bersekolah, memberi pengawasan penuh pada siswa dengan adanya wali kelas dan guru pendamping, serta mensosialisasikan tujuan awal dari konsep full day school pada orang tua wali murid.
Pengaruh Manajemen Pembelajaran Terhadap Profesionalitas Guru Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 5 Samarinda Ratnasari Ratnasari; Suratman Suratman; Bahrani Bahrani
Tarbiyah Wa Ta'lim: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol 6 No 3 (2019): Tarbiyah Wa Ta'lim
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2923.895 KB) | DOI: 10.21093/twt.v6i3.3172

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi untuk mengatahui pengaruh manajemen pembelajaran terhadap profesionalitas guru di SMA Negeri 5 Samarinda. Salah satu indikator keberhasilan pelaksanaan pembelajaran adalah terlaksananya kegiatan pembelajaran dengan hasil maksimal. Realita di lapangan, sebagian guru Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 5 Samarinda belum sepenuhnya profesionalitas seperti yang diharapkan. Oleh karena itu diperlukan upaya meningkatkannya, antara lain dimulai dari menciptakan budaya manajemen pembelajaran yang baik dan berkelanjutan. Oleh sebab itu, rumusan masalah yang diangkat yaitu apakah terdapat pengaruh manajemen pembelajaran terhadap profesionalitas guru di SMA Negeri 5 Samarinda. Sedangkan tujuan dari penulisan skripsi ini untuk mengetahui pengaruh manajemen pembelajaran terhadap profesionalitas guru di SMA Negeri 5 Samarinda. Penelitian menggunakan metode statistik deskriptif yaitu statistik yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberikan gambaran terhadap obyek yang diteliti melalui data sampel atau populasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, waka kurikulum dan semua guru. Responden dalam penelitian ini adalah semua guru bidang studi di SMA Negeri 5 Samarinda. Sedangkan teknik pengumpulan data yang  digunakan yaitu observasi dan angket. Setelah data dikumpulkan maka penulis akan menganalisa data menggunakan kolerasi product moment. Hasil pengujian hipotesis diperoleh, nilai thitung 6.948 > ttabel 1.997 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh manajemen pembelajaran terhadap profesionalitas guru SMA Negeri 5 Samarinda. Pengujian analisis kolerasi produt moment diperoleh angka sebesar 0,652818. Hal ini menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran terhadap profesionalitas guru terdapat pengaruh yang kuat/tinggi. Sehingga, dapat simpulkan bahwa profesionalitas guru di SMA Negeri 5 samarinda tergolong tinggi dalam menerapkan manajemen pembelajaran.
Interferensi Sintaksis Bahasa Indonesia pada Karangan Bahasa Inggris Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris STAIN Samarinda Bahrani Bahrani
Dinamika Ilmu Vol 9 No 2 (2009): Dinamika Ilmu
Publisher : UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.044 KB) | DOI: 10.21093/di.v9i2.284

Abstract

English is the second language that has to be learned in formal education institution and also becomes compulsory subject for students of English department. Each language has different elements that make the students are difficult to master foreign language (English). Moreover, language mastery must have four language skills where composition is one of skills in language. This article explains the result of the research concerns with the Indonesian language syntactical interference on English essay. Based on the result of the research, the ability of writing sentences on English essay is still influenced by Indonesian language, even thought many students are able to write English essay with the appropriate grammar especially for the students of English Department of the fourth semester at State Institute of Islamic Studies Samarinda.
Teaching English Strategy for Young Learners Nur Ridha; Bahrani Bahrani; Anis Komariah
Journal of English Language Teaching, Linguistics, and Literature Studies Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jeltis.v2i1.2015

Abstract

AbstractTeaching English Strategy for young learners. In teaching and learning, teacher must have strategies in every subject including English lessons, the teacher must have strategies in teaching to support the learning process and achieve learning goals especially for young learners because they have different characteristics from adults, she must have strategies suitable for young learners. This research aimed to find out the strategies of teaching English to young learners at MIN 2 Kutai Kartanegara. The research design was descriptive qualitative. The subject of this research is an English teacher at MIN 2 Kutai Kartanegara. The data were obtained from interviews and documentation. Then, the data were analyzed using an interactive model of Miles, Huberman, and Saldana condensation. The technique of data validity uses triangulation data. Based on the data results, this research can be concluded that the teacher’s strategies for teaching English to young learners at MIN 2 Kutai Kartanegara were teaching planning, implementation of strategy, and teaching Evaluation. The teacher prepares the lesson plan, materials, media, and methods in teaching planning. Moreover, she implemented teaching English strategies by using demonstration, choral drill, look-and-say, pictorial illustration, verbal illustration, association, question and answer, narration, and read-and-say. She also evaluated teaching English through formative and summative evaluation.Keywords: Teaching English, Strategy, Young Learners.
Hubungan Antara Kemampuan Microteaching dan Kesiapan PKL Mahasiswa PGMI di IAIN Samarinda Anis Nurkhomariah; Bahrani Bahrani; Abdul Razak
Borneo Journal of Primary Education Vol 1 No 1 (2021): Borneo Journal of Primary Education, 1(1), Februari 2021
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.01 KB) | DOI: 10.21093/bjpe.v1i1.3136

Abstract

Latar belakang dalam penelitian ini adalah kegiatan microteaching termasuk dalam salah satu kegiatan perkuliahan yang sangat penting, terutama dalam membekali mahasiswa semester 6 untuk memiliki kompetensi keguruan melalui kegiatan simulasi mengajar yang bertujuan mengembangkan bakat, kemampuan serta keterampilan mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran sebelum terjun langsung ke dunia nyata di sekolah. Namun meskipun telah mengikuti kegiatan microteaching beberapa mahasiswa masih belum menguasai secara penuh kemampuan microteaching. Hal ini berdampak pada kesiapan PKL mahasiswa PGMI. Diantaranya penyebab mahasiswa belum merasa siap untuk melaksanakan PKL adalah kurangnya penguasaan terhadap bahan ajar. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara kemampuan microteaching dan kesiapan PKL mahasiswa PGMI IAIN Samarinda.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan desain penelitian yang digunakan adalah correlation research. populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa PGMI angakatan 2017 yang berjumlah 74 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah rumus korelasi ptroduct moment, uji hipotesis (Uji T), dan koefesien determinasi.Hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa ada hubungan kemampuan microteaching dengan kesiapan PKL mahasiswa PGMI di IAIN Samarinda. Hasil data hipotesis menggunakan uji T diperoleh bahwa nilai = 4,77 dan nilai = 1,99346, karena nilai > maka ditolak. Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang positif antara kemampuan microteaching dengan kesiapan PKL. Nilai = 0,49 berada dalam skala interpretasi koefesien korelasi berada pada 0,40 - 0,59 termasuk dalam kategori sedang dan nilai koefesien determinasi (KD) sebesar 0,24 atau 24%.