Keluarga yang merawat anggota dengan penyakit Alzheimer menghadapi tantangan emosional, psikologis, dan sosial yang kompleks, yang dapat memicu konflik dan mengancam keharmonisan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi manajemen konflik yang diterapkan oleh caregiver dalam upaya mempertahankan keluarga yang harmonis di tengah beban caregiving Alzheimer. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari jurnal ilmiah, artikel akademik, dan dokumen terkait yang membahas pengalaman keluarga dalam merawat penderita Alzheimer. Analisis dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan teori konflik sosial dan teori manajemen konflik. Hasil analisis menunjukkan bahwa caregiver mengadopsi beragam strategi, seperti komunikasi terbuka, pembagian peran yang jelas, penerimaan emosional, serta pemanfaatan dukungan eksternal dari komunitas dan tenaga profesional. Faktor pendukung keharmonisan keluarga mencakup empati, nilai spiritual, dukungan sosial, serta edukasi tentang Alzheimer. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen konflik yang efektif dalam keluarga dengan penderita Alzheimer membutuhkan pendekatan holistik yang melibatkan aspek internal dan eksternal secara terpadu. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi pengembangan program pendampingan keluarga, pelatihan caregiver, serta perumusan kebijakan berbasis komunitas untuk meningkatkan ketahanan keluarga dalam menghadapi tantangan demensia.
Copyrights © 2025