Gagal ginjal merupakan salah satu penyakit kronis yang menjadi masalah kesehatan global. Menurut data dari International Diabetes Federation (IDF), prevalensi diabetes di dunia telah mencapai 9.3% pada tahun 2019 dan diperkirakan akan terus meningkat. Diabetes merupakan faktor risiko utama dalam perkembangan gagal ginjal, dimana sekitar 40% pasien gagal ginjal memiliki riwayat diabetes. Selain itu, prediabetes juga diketahui memiliki hubungan yang signifikan dengan risiko progresi gagal ginjal. Meskipun hubungan antara kadar glikemik prediabetes dan diabetes dengan risiko progresi gagal ginjal telah banyak diteliti, namun masih terdapat kekurangan informasi terkait faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan tersebut. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik, gaya hidup, dan pengobatan diabetes juga dapat memengaruhi progresi gagal ginjal pada pasien dengan kadar glikemik yang tidak normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara kadar glikemik prediabetes dan diabetes dengan risiko progresi gagal ginjal, serta untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi observasional dengan pendekatan kohort. Penelitian ini akan dilakukan dengan mengumpulkan data dari pasien dengan kadar glikemik prediabetes dan diabetes yang telah didiagnosis dengan gagal ginjal. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa faktor genetik dan pengobatan diabetes dapat memengaruhi hubungan antara kadar glikemik prediabetes dan diabetes dengan risiko progresi gagal ginjal. Hasil penelitian ini memberikan dukungan yang kuat untuk penelitian lebih lanjut mengenai hubungan tersebut. Terdapat hubungan signifikan antara penyakit diabetes melitus tipe 2 dengan kejadian penyakit gagal ginjal.
Copyrights © 2025