Penelitian ini bertujuan memberikan eksplorasi awal mengenai kesejahteraan pengemudi pada layanan transportasi listrik Green SM di Makassar melalui pendekatan studi kasus intrinsik. Secara teoretis, penelitian ini memposisikan kesejahteraan pengemudi dalam kerangka Green Human Resource Management (GHRM) yang menekankan peran kompensasi hijau, pelatihan lingkungan, dan budaya kerja berkelanjutan terhadap kesejahteraan material, psikologis, serta sosial pekerja. Mengingat literatur GHRM masih didominasi oleh konteks organisasi formal, kajian ini mengisi celah dengan menerapkan perspektif tersebut pada ekosistem kerja platform berbasis kendaraan listrik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan dua pengemudi yang dipilih sebagai information-rich cases, dilengkapi observasi terbatas dan dokumentasi perusahaan. Dengan menggunakan analisis tematik, temuan menunjukkan kecenderungan awal bahwa praktik organisasi berbasis keberlanjutan berpotensi berkontribusi pada tiga dimensi kesejahteraan. Secara material, kedua informan melaporkan pendapatan yang stabil melalui skema bagi hasil 60:40, biaya operasional rendah akibat kendaraan listrik, serta insentif berbasis perjalanan. Secara psikologis, fitur keselamatan kendaraan listrik, pelatihan eco-driving, dan citra lingkungan Green SM meningkatkan rasa aman, kebanggaan, dan kenyamanan berkendara. Secara sosial, dukungan organisasi yang meliputi BPJS, respons cepat saat insiden, serta budaya kerja yang inklusif dilaporkan memperkuat rasa memiliki dan hubungan antar pengemudi. Sebagai studi pendahuluan dengan jumlah informan minimal, hasil ini bersifat indikatif dan belum dapat digeneralisasikan. Klaim teoretis dibatasi pada pemetaan awal praktik GHRM dalam konteks kerja gig berbasis kendaraan listrik. Studi lanjutan dengan sampel lebih luas diperlukan untuk menguji konsistensi temuan dan memperkuat kontribusi terhadap literatur GHRM dan kesejahteraan pekerja platform.
Copyrights © 2025