Inovasi pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kerap berawal dari langkah-langkah kecil yang lahir dari pengalaman sehari-hari. Penelitian ini berupaya memahami bagaimana pelaku UMKM mengubah ide menjadi inovasi nyata melalui tiga proses utama: eksperimen inovasi, orientasi pasar, dan kemampuan implementasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan melibatkan tiga pelaku usaha—Kopi Radono di Kabupaten Bandung Barat, Maka Coffee di Kota Makassar, dan Missblooms.id yang berbasis di Jakarta. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman.Temuan penelitian menunjukkan bahwa ketiga UMKM memulai inovasi melalui eksperimen skala kecil yang disesuaikan dengan karakter bisnis masing-masing, mulai dari uji racikan langsung bersama pelanggan, uji coba internal, hingga penjualan terbatas untuk membaca minat pasar. Orientasi pasar hadir melalui berbagai sumber, seperti masukan pelanggan, pengamatan terhadap kompetitor, serta pemantauan tren digital, termasuk dinamika fandom K-Pop. Implementasi inovasi kemudian dilakukan dengan cara yang paling sesuai dengan kapasitas usaha, baik melalui SOP sederhana maupun keputusan fleksibel berbasis owner.Studi ini menegaskan bahwa inovasi pada UMKM tumbuh dari integrasi antara eksperimen cepat, kepekaan terhadap pasar, dan kemampuan untuk mengeksekusi ide secara adaptif. Temuan ini memperkaya pemahaman tentang inovasi UMKM dengan menunjukkan bahwa praktik sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat menghasilkan nilai nyata bagi pelanggan.
Copyrights © 2025