Penggunaan media sosial yang semakin intens pada dewasa awal berpotensi memunculkan fear of missing out (FoMO), terutama ketika individu melihat pengalaman sosial maupun romantis orang lain. FoMO dipahami sebagai rasa cemas atau takut tertinggal dari momen berharga yang dialami orang lain, dan kondisi ini kerap diasumsikan dapat memengaruhi self-esteem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh FoMO terhadap self-esteem pada dewasa awal yang belum memiliki pasangan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif non-eksperimental dengan desain korelasional. Partisipan berjumlah 201 dewasa awal yang aktif menggunakan media sosial dan belum memiliki pasangan, kemudian dilakukan pengecekan kelayakan data sehingga diperoleh 129 data yang dianalisis. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan Fear of Missing Out Scale (FOMOS) dan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES). Karena data tidak berdistribusi normal, hubungan antarvariabel diuji menggunakan korelasi Spearman, serta dilanjutkan dengan regresi linear sederhana untuk menguji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara FoMO dan self-esteem (r = 0,027; p = 0,759). Analisis regresi juga memperlihatkan bahwa FoMO tidak berpengaruh signifikan terhadap self-esteem (F = 0,091; p = 0,764) dengan kontribusi yang sangat kecil (R² = 0,001). Temuan ini menegaskan bahwa FoMO bukan prediktor utama self-esteem pada dewasa awal yang belum memiliki pasangan, sehingga self-esteem pada kelompok ini cenderung dipengaruhi oleh variabel lain di luar FoMO.
Copyrights © 2025