Rendahnya literasi penggunaan obat secara rasional pada remaja masih menjadi permasalahan penting yang berdampak pada ketidaktepatan dosis dan waktu minum obat, sehingga dapat menurunkan efektivitas terapi serta meningkatkan risiko efek samping. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi penggunaan obat secara rasional pada siswa/i OSIS SMP Negeri 129 Jakarta Utara. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukasi partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan latihan membaca label obat. Evaluasi pengetahuan dilakukan menggunakan pretest dan posttest terhadap 30 peserta dengan instrumen berupa 10 soal pilihan ganda dan 2 soal esai yang dianalisis secara deskriptif komparatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 62% pada pretest menjadi 84% pada posttest, disertai perubahan sikap positif di mana sebagian besar peserta menyatakan akan membaca label obat sebelum mengonsumsi dan mematuhi jadwal minum obat sesuai aturan. Secara kualitatif, peserta juga menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya keteraturan waktu minum obat dan penyesuaian dosis berdasarkan usia serta berat badan. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi partisipatif efektif dalam meningkatkan literasi penggunaan obat secara rasional pada remaja. Secara ilmiah, hasil ini memperkuat relevansi pendekatan berbasis sekolah sebagai model intervensi edukatif dalam peningkatan literasi farmasi remaja dan dapat dijadikan dasar bagi penelitian lanjutan dengan cakupan yang lebih luas.
Copyrights © 2025