Etnomedisin dipahami sebagai bidang kajian kesehatan yang menggunakan pendekatan budaya untuk memahami jenis-jenis penyakit, ragam ramuan tradisional, teknik peracikan, metode pengobatan, serta menelaah berbagai tumbuhan, hewan, atau bahan alam lain yang memiliki potensi sebagai obat. Tujuan penelitian ini adalah melakukan eksplorasi mendalam mengenai pemanfaatan etnomedisin dalam praktik pengobatan tradisional pada masyarakat suku terasing dalam menangani berbagai penyakit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif eksploratif dengan pendekatan etnografi untuk mengungkap pengetahuan lokal terkait etnomedisin. Data dialasis dengan menggunakan ukuran Fidelity Level (FL) atau tingkat fidelitas. Hasil penelitian ini mendapatkan 11 spesies tumbuhan obat dan 63 ramuan. Hasil Fidelitas berdasarkan jumlah sitasi ditemukan bagian tumbuhan yang digunakan sebagai obat yaitu yang paling utama berupa daun 40,0% lalu akar 14,3% dan rimpang bijih,7,9`% sedangkan bagian tumbuhan yang lain seperti buah, batang, kulit batang, getah, umbi, air buah dan rimpangi dibawah 10 %. Bagian tumbuhan yang digunakan sebagai obat yaitu yang paling utama berupa daun 40,0% lalu akar 14,3% dan rimpang bijih,7,9`% sedangkan bagian tumbuhan yang lain seperti buah, batang, kulit batang, getah, umbi, air buah dan rimpangi dibawah 10 %. Cara penggunaannya yang terbanyak yaitu diminum (82,5%), ditempelkan 11,1%, dipijat/dihirup/ditetes 3,2% serta dikumur 1,6%. Penelitian ini merekomendasikan alternatif pengobatan tradisionil berbasis alam mupun kearifan lokal untuk pengembangan ilmu kesehatan kedepannya, namun tentunya dibutuhkan pengembangan uji efikasi maupun toksisitas untuk mendukung proses saintifikasi terhadap tumbuhan alam yang diyakini oleh masyarakat sebagai media obat. Ethnomedicine is a field of health studies that applies a cultural approach to understand disease classifications, traditional remedies, formulation techniques, and the use of plant, animal, or other natural materials with medicinal potential. This study aims to conduct an in-depth exploration of ethnomedicine utilization in traditional healing practices among an isolated indigenous tribe in treating various diseases. A qualitative exploratory design with an ethnographic approach was employed to reveal local knowledge related to ethnomedicine. Data were analyzed using the Fidelity Level (FL) to measure citation fidelity. The results identified 11 species of medicinal plants and 63 traditional remedy formulations. Fidelity analysis based on citation frequency showed that the most commonly used plant parts were leaves (40.0%), followed by roots (14.3%), and rhizomes (7.9%), while other parts such as fruit, stems, bark, sap, tubers, and plant water were cited at less than 10%. The dominant method of application was oral consumption (drinking) (82.5%), followed by topical pasting (11.1%), inhalation/massage/drops (3.2%), and gargling (1.6%). This study recommends nature-based traditional medicine and local wisdom as alternative pathways for future health science development. However, further efficacy and toxicity testing are required to support the scientific validation (scientification) and standardization of natural medicinal resources used by the community.
Copyrights © 2025