Tongko, Mirawati
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Gambaran Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Fasilitas Pelayanan Kesehatan di Ruang Perawatan Puskesmas Kampung Baru : Overview Of The Implementation Of Occupational Safety And Health In Health Services Facilities In The Treatment Rooms Of The Kampung Baru Puskesmas Irfandi; Lanyumba, Fitrianty Sutadi; Tongko, Mirawati; Lalusu, Erni Yusnita; Dwicahya, Bambang; Sakati, Sandy Novriyanto; Monoarfa, Yustiyanty
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 3 No. 1 (2024): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v3i1.261

Abstract

Kegiatan K3 di fasyankes dilaksanakan untuk menjamin dan melindungi sumber daya manusia fasyankes, pasien, pendamping pasien, pengunjung, serta masyarakat di sekitar dari gangguan kesehatan dan pengaruh buruk yang diakibatkan dari pekerjaan, lingkungan, dan aktivitas kerja.Upaya kesehatan kerja ditujukan agar melindungi pekerja untuk hidup sehat dan terbebas dari gangguan kesehatan serta pengaruh buruk akibat pekerjaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana gambaran penerapan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang ada di Puskesmas Kampung Baru. Jenis penlitian adalah Deskriptif. Populasi dalam penelitian ini seluruh Tenaga Kesehatan yang bekerja di Puskesmas Kampung Baru yaitu sebanyak 81 Tenaga Kerja. Dengan teknik sampel menggunakan Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan yaitu Kuesioner, Lembar Observasih, wawancara dan dokumentasi. Metode pengumpulan data melalui wawancara dan Metode analisis data mengunakan SPSS, sedangkan analisis data yang diguanakan yaitu secara univariat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa program-program K3 yang telah diterapkan di Puskesmas Simpong seperti program Pengenalan potensi bahaya dan pengendalian resiko k3 semuanya pada kriteria kurang baik 49 orang (100%), Penerapan Kewaspadaan Standar semuanya kriteria Baik 49 orang (100%), Pengelolaan Sarana dan Prasarana semuanya kriteria Baik 49 orang (100%), Pengelolaan Peralatan Medis semuanya kriteria Baik 49 orang (100%), Kesiapsiagaan Menghadapi Kondisi Darurat atau Bencana Termasuk Kebakaran semuanya kriteria Baik 49 orang (100%), Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun semuanya kriteria Baik 49 orang (100%), Pengelolaan Limbah Domestik semuanya kriteria Baik 49 orang (100%), Penerapan Prinsip Ergonomi semuanya kriteria Baik 49 orang (100%), Pemeriksaan Kesehatan Berkalah semuanya kriteria Baik 49 orang (100%), Pemberian Imunisasi semuanya kriteria Baik 49 orang (100%) dan Pembudayaan PHBS semuanya kriteria Baik 49 orang (100%). Di harapkan pada petugas kesehatan untuk menerapkan program-program k3 yang terdapat pada Permenkes No 52 Tahun 2018 dimana dalam peraturan tersebut menjelaskan bahwasanya setiap fasilitas Pelayanan Kesehatan wajib menyelenggarakan standar K3.
Keselamatan Transportasi Pada Pengendara Sepeda Motor yang Mengalami Kecelakan Lalu Lintas di Kota Luwuk: Overview of Transportation Safety for Motorcyckers who Experience Traffic Accidents in Luwuk City Tongko, Mirawati; Dwicahya, Bambang; Nursin, Widyah Purnama; Kanan, Maria; La Dee, Mustakim
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 3 No. 2 (2025): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v3i2.301

Abstract

Kecelakaan lalu lintas jalan dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang cukup besar kepada korban, keluarga mereka,dan untuk negara secara keseluruhan. Kerugian ini timbul dari biaya pengobatan termasuk rehabilitasi dan penyelidikan insiden serta mengurangi/kehilangan produktivitas (misalnya upah) untuk mereka yang meninggal atau dinonaktifkan oleh cedera mereka, dan untuk anggota keluarga yang perlumen gambil waktu libur kerja atau sekolah untuk merawat yang terluka. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran keselamatan transportasi pada pengendara sepeda motor yang mengalami kecelakaan lalu lintas di Kota Luwuk. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pengumpulan data menggunakan data sekunder pada pengendara yang mengalami kecelakan lalu lints di Kota Luwuk, berdasarkan pelaporan dari Satlantas Polres Kabupaten Banggai tahun 2021 – 2022 sebanyak 135 kasus. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Keselataman Trasnportasi dalam kategori kurang baik sejumlah 100 % dimana yang melakukan safety riding sebesar 26 orang(19,3%) dan yang unsafety riding sebesar 109 orang (80,7%), kepatuhan lalu lintas sejumlah 100 pengendara melanggar aturan lalu lintas. Diharapkan keapada seluruh masyarakat agar terus memperhatikan keselamatan transportasi untuk menghindari risiko keselakaan lalu lintas.  Road traffic accidents can cause considerable economic losses to victims, their families, and to the country as a whole. These losses arise from medical costs including rehabilitation and incident investigation as well as reduced/lost productivity (e.g. wages) for those who died or were disabled by their injuries, and for family members who needed to take time off work or school to care for the injured. The aim of this research is to determine the description of transportation safety for motorbike riders who experience traffic accidents in Luwuk City. The type of research used is descriptive research with data collection using secondary data on drivers who experienced traffic accidents in Luwuk City, based on reports from the Banggai Regency Police Traffic Unit for 2021 - 2022 totaling 135 cases. The results of this research show that transportation safety in the poor category is 100%, where 26 people do safe riding (19.3%) and 109 people do unsafety riding (80.7%), traffic compliance is 100 drivers breaking the rules. traffic. It is hoped that the entire community will continue to pay attention to transportation safety to avoid the risk of traffic accidents.
Analisis Risiko Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Pada Tenaga Kerja Perusahaan Pertambangan di PT. Koninis Fajar Mineral di Kecamatan Bunta: Analysis Of Occupational Safety and Health Risk in Mining Company Workforce At Pt. Koninis Fajar Mineral in Bunta District Tongko, Mirawati; Herawati, Herawati; Badjuber, Magfira; Kanan, Maria; La Dee, Mustakim
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 3 No. 2 (2025): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v3i2.302

Abstract

Setiap tempat kerja selalu mempunyai risiko terjadinya kecelakaan. Besarnya risiko yang terjadi tergantung dari jenis industri, teknologi serta upaya pengendalian risiko yang di lakukan.Kecelakaan akibat kerja adalah kecelakaan yang terjadi dikarenakan oleh pekerjaan atau pada waktu melaksanakan pekerjaan pada perusahaan. Salah satu sistem manajemen Keselamatan dan Kesehatan kerja (K3) yang berlaku global atau internasional adalah OHSAS 18001:2007. Biasanya di kenal dengan singkatan HIRARC. HAZARD Identification, Risk assessment dan Risk control (HIRARC) merupakan proses mengidentifikasi bahaya yang dapat terjadi dalam aktivitas rutin ataupun non rutin dalam perusahaan, untuk selanjutnya di lakukan penilaian risiko dari bahaya tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada tenaga kerja perusahaan pertambangan di PT Koninis Fajar Mineral. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional Populasi dalam penelitian ini adalah tenaga kerja bagian produksi pengupasan dengan jumlah sampel 50 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu, total populasi dan Pengumpulan data berdasarkan data primer dan sekunder. Pengolahan data menggunakan program SPSS. Analisis data menggunakan analisis univariat. Dilihat dari hasil penelitian Identifikasi bahaya pada pengupasan TOP SOIL, Overburden, dan ORE terdapat 21 potensial bahaya diantaranya 15 bahaya fisik, 3 bahaya biologi, 3 bahaya mekanik.Penilaian risiko pada pengupasan TOP High Risk dan tidak terdapat potensi risiko kategori Extreme Risk SOIL, Overburden, dan ORE terdapat 3 kategori Low Risk, 6 kategori Moderate Risk, 12 kategori high risk Pengendalian risiko pada pengupasan TOP SOIL, Overburden, dan ORE yaitu masih kurang baik karena pekerja belum melakukan pengendalian dengan baik oleh karena itu peneliti merekomendasikan pengendalian secara administratif, rekayasa teknik, dan alat pelindung diri.  Every workplace always has a risk of accidents. The magnitude of the risk that occursdepends on the type of industry, technology and the risk control efforts undertaken. Work- related accidents are accidents that occur due to work or while carrying out work at the company. One of the occupational safety and health (K3) management systems that applies globally is OHSAS 18001:2007. Usually known by the abbreviation HIRARC. HAZARD Identification, Risk assessment and Risk control (HIRARC) is the process of identifying hazards that can occur in routine or non-routine activities within a company, then carrying out a risk assessment of these hazards. This research aims to analyze occupational safety and health (K3) risks on mining company workers at PT Koninis Fajar Mineral. The type of research used in this research is descriptive observational research. The population in this research is workers in the stripping production section with a sample size of 50 people. The sampling technique used is the total population and data collection based on primary and secondary data. Data processing uses the SPSS program. Data analysis uses univariate analysis. Judging from the results of research on hazard identification in TOP SOIL, Overburden and ORE stripping, there are 21 potential hazards including 15 physical hazards, 3 biological hazards, 3 mechanical hazards. Risk assessment in TOP High Risk stripping and there are no potential risks in the Extreme Risk SOIL, Overburden category , and ORE there are 3 categories of Low Risk, 6 categories of Moderate Risk, 12 categories of high risk. Risk control in stripping TOP SOIL, Overburden, and ORE is still not good because workers have not carried out control properly, therefore researchers recommend administrative and engineering control. techniques and personal protective equipment.
Praktik Etnomedisin dalam Tradisi Pengobatan Masyarakat Suku Terasing di Kabupaten Banggai: Ethnomedicinal Practices in the Healing Traditions of Isolated tribal Communities in Banggai Regency Otoluwa, Anang Samudera; Syahrir, Muhammad; Tongko, Mirawati; Kanan, Maria
Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Kesmas Untika Luwuk: Public Health Journal
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/phj.v16i2.388

Abstract

Etnomedisin dipahami sebagai bidang kajian kesehatan yang menggunakan pendekatan budaya untuk memahami jenis-jenis penyakit, ragam ramuan tradisional, teknik peracikan, metode pengobatan, serta menelaah berbagai tumbuhan, hewan, atau bahan alam lain yang memiliki potensi sebagai obat. Tujuan penelitian ini adalah melakukan eksplorasi mendalam mengenai pemanfaatan etnomedisin dalam praktik pengobatan tradisional pada masyarakat suku terasing dalam menangani berbagai penyakit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif eksploratif dengan pendekatan etnografi untuk mengungkap pengetahuan lokal terkait etnomedisin. Data dialasis dengan menggunakan ukuran Fidelity Level (FL) atau tingkat fidelitas.  Hasil penelitian ini mendapatkan 11 spesies tumbuhan obat dan 63 ramuan.  Hasil Fidelitas berdasarkan jumlah sitasi ditemukan bagian tumbuhan yang digunakan sebagai obat yaitu yang paling utama berupa daun 40,0% lalu akar 14,3% dan rimpang bijih,7,9`% sedangkan bagian tumbuhan yang lain seperti buah, batang, kulit batang, getah, umbi, air buah dan rimpangi dibawah 10 %. Bagian tumbuhan yang digunakan sebagai obat yaitu yang paling utama berupa daun 40,0% lalu akar 14,3% dan rimpang bijih,7,9`% sedangkan bagian tumbuhan yang lain seperti buah, batang, kulit batang, getah, umbi, air buah dan rimpangi dibawah 10 %. Cara penggunaannya yang terbanyak yaitu diminum (82,5%), ditempelkan 11,1%, dipijat/dihirup/ditetes 3,2% serta dikumur 1,6%. Penelitian ini merekomendasikan alternatif pengobatan tradisionil berbasis alam mupun kearifan lokal untuk pengembangan ilmu kesehatan kedepannya, namun tentunya dibutuhkan pengembangan uji efikasi maupun toksisitas untuk mendukung proses saintifikasi terhadap tumbuhan alam yang diyakini oleh masyarakat sebagai media obat. Ethnomedicine is a field of health studies that applies a cultural approach to understand disease classifications, traditional remedies, formulation techniques, and the use of plant, animal, or other natural materials with medicinal potential. This study aims to conduct an in-depth exploration of ethnomedicine utilization in traditional healing practices among an isolated indigenous tribe in treating various diseases. A qualitative exploratory design with an ethnographic approach was employed to reveal local knowledge related to ethnomedicine. Data were analyzed using the Fidelity Level (FL) to measure citation fidelity. The results identified 11 species of medicinal plants and 63 traditional remedy formulations. Fidelity analysis based on citation frequency showed that the most commonly used plant parts were leaves (40.0%), followed by roots (14.3%), and rhizomes (7.9%), while other parts such as fruit, stems, bark, sap, tubers, and plant water were cited at less than 10%. The dominant method of application was oral consumption (drinking) (82.5%), followed by topical pasting (11.1%), inhalation/massage/drops (3.2%), and gargling (1.6%). This study recommends nature-based traditional medicine and local wisdom as alternative pathways for future health science development. However, further efficacy and toxicity testing are required to support the scientific validation (scientification) and standardization of natural medicinal resources used by the community.
Gambaran Determinan Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Karyawan di PT. Koninis Fajar Mineral: Description of Occupational Safety and Health Determinants for Employees at PT. Koninis Fajar Mineral Kiasan, Intan Permatasari; Sakati, Sandy Novriyanto; Dwicahya, Bambang; Tongko, Mirawati
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 4 No. 2 (2026): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v4i2.391

Abstract

Industri pertambangan memiliki risiko keselamatan dan kesehatan kerja yang tinggi akibat paparan debu, bahan kimia, penggunaan alat berat, hingga kondisi lingkungan kerja yang tidak aman, implementasi K3 yang baik dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, nyaman sehingga dapat meningkatkan produktivitas pekerja (Almansyah, 2023). Berdasarkan data International Labour Organization (ILO), lebih dari 2,78 juta orang meninggal setiap tahun akibat kecelakaan dan penyakit akibat kerja, serta sekitar 374 juta pekerja mengalami cedera non-fatal. Data Kementerian ESDM tahun 2021 mencatat 93 kecelakaan tambang dengan 11 korban meninggal, sedangkan di Kabupaten Banggai periode 2021–2024 di PT. Koninis terdapat 7–10 kasus kecelakaan kerja tiap tahun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Gambaran Determinan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pada Karyawan Di PT. Koninis Fajar Mineral. Penelitian deskriptif. Populasi seluruh tenaga kerja berjumlah 50 orang menggunakan teknik total sampling. Data diolah menggunakan SPSS. Analisis univariat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kapasitas kerja dengan kriteria baik berjumlah 37 orang (74%) dan kurang baik berjumlah 13 orang (26%), beban kerja dengan kriteria baik berjumlah 8 orang (16%) dan kurang baik berjumlah 42 orang (84%), lingkungan kerja fisik berdasarkan pengukuran pencahayaan area workshop 86,8 lux dan area preparasi 294 lux termasuk dalam kategori unsafety, kebisingan pada area workshop 78,44 dBA area preparasi 80,17 dBA termasuk kategori safety adapun suhu lingkungan kerja 27℃ termasuk kategori safety. Kesimpulannya, gambaran determinan K3 pada karyawan PT. Koninis Fajar Mineral masih kurang baik. Perusahaan diharapkan lebih memperhatikan kapasitas kerja, beban kerja, serta perbaikan kondisi lingkungan kerja untuk meminimalisir risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja.                   The mining industry has a high risk of occupational safety and health due to exposure to dust, chemicals, heavy equipment, and unsafe working conditions. Proper implementation of Occupational Safety and Health (OSH) can create a safe, healthy, and comfortable environment, thus improving worker productivity (Almansyah, 2023). According to the International Labour Organization (ILO), more than 2.78 million people die annually from work-related accidents and diseases, while about 374 million workers suffer non-fatal injuries. Data from the Ministry of Energy and Mineral Resources (ESDM) in 2021 reported 93 mining accidents with 11 deaths, while in Banggai Regency during 2021–2024, PT. Koninis recorded 7–10 accidents each year. This study aims to describe the determinants of OSH among employees at PT. Koninis Fajar Mineral. This descriptive study involved 50 workers using a total sampling technique. Data were processed with SPSS and analyzed univariately. The results showed that work capacity with good criteria was found in 37 workers (74%) and poor criteria in 13 workers (26%). Workload with good criteria was found in 8 workers (16%) and poor criteria in 42 workers (84%). Physical environment measurements showed lighting in the workshop at 86.8 lux and in preparation at 294 lux, categorized as unsafe; noise levels were 78.44 dBA in the workshop.
Gambaran Gangguan Pendengaran pada Karyawan di PT Unit Layanan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (ULPLTD) Luwuk : Description of Hearing Loss in Employees at PT Luwuk Diesel Power Plant Service Unit (ULPLTD) Irwan, Fitri Ramadani; Kanan, Maria; Tongko, Mirawati; Sakati, Sandy Novriyanto; Balebu, Dwi Wahyu; Salamat, Ferdy
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 4 No. 2 (2026): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v4i2.401

Abstract

Gangguan pendengaran akibat kebisingan merupakan salah satu dampak lingkungan kerja yang tidak aman dan menjadi isu penting dalam keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Data WHO (2023) menunjukkan sekitar 430 juta orang mengalami gangguan pendengaran dan diperkirakan meningkat hingga 700 juta pada tahun 2050. Industri pembangkit listrik termasuk sektor dengan tingkat kebisingan tinggi yang berisiko menimbulkan gangguan pendengaran pada pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran gangguan pendengaran pada karyawan PT Unit Layanan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (ULPLTD) Luwuk. Penelitian menggunakan desain observasional deskriptif dengan teknik total sampling terhadap 66 pekerja aktif. Pemeriksaan pendengaran dilakukan menggunakan hearing test berbasis frekuensi suara (Pitch/Hz) dan audiometri tutur, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil menunjukkan bahwa pada telinga kanan, sebagian besar pekerja memiliki pendengaran normal (78,6%), sedangkan 16,1% mengalami gangguan pendengaran ringan dan 5,4% sedang. Pada telinga kiri, 87,5% pekerja memiliki pendengaran normal, 10,7% mengalami gangguan ringan, dan 1,8% sedang. Secara keseluruhan, terdapat 19,7% pekerja yang mengalami gangguan pendengaran ringan hingga sedang pada salah satu atau kedua telinga. Pemeriksaan audiometri tutur menunjukkan seluruh pekerja masih mampu mengenali dan memahami suara dengan baik. Gangguan pendengaran diduga berkaitan dengan paparan kebisingan yang melebihi Nilai Ambang Batas 85 dBA. Oleh karena itu, perusahaan disarankan melakukan deteksi dini secara berkala, pengendalian kebisingan, serta meningkatkan kepatuhan penggunaan alat pelindung diri. Noise-induced hearing loss is one of the impacts of unsafe working environments and remains an important issue in occupational health and safety. According to the World Health Organization (2023), approximately 430 million people worldwide experience hearing impairment, and this number is projected to increase to 700 million by 2050. Power generation industries are among the sectors with high noise exposure, placing workers at risk of hearing disorders. This study aimed to describe the occurrence of hearing disorders among employees at the Diesel Power Plant Service Unit (ULPLTD) Luwuk. A descriptive observational study was conducted using a total sampling technique involving 66 active workers. Hearing assessments were performed using frequency-based hearing tests (Pitch/Hz) and speech audiometry. Data were analyzed using univariate analysis. The results showed that in the right ear, 78.6% of workers had normal hearing, while 16.1% experienced mild hearing loss and 5.4% had moderate hearing loss. In the left ear, 87.5% of workers had normal hearing, 10.7% had mild hearing loss, and 1.8% had moderate hearing loss. Overall, 19.7% of workers experienced mild to moderate hearing loss in one or both ears. Speech audiometry indicated that all workers (100%) were still able to recognize and understand speech sounds. Hearing disorders were suspected to be associated with noise exposure exceeding the permissible exposure limit of 85 dBA. Therefore, regular early detection, effective noise control measures, and strict use of personal protective equipment are strongly recommended.
Analisis Insidensi Kecelakaan Lalu Lintas (Road Traffic Accident) di Kota Luwuk Kabupaten Banggai: Analysis of Road Traffic Accidents Incidences in Luwuk City, Banggai Regency Tongko, Mirawati; DM, Andi Munafri; Mahmud, Siska
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 4 No. 2 (2026): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v4i2.415

Abstract

Kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu permasalahan utama keselamatan transportasi yang berdampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat, sosial, dan ekonomi. Tingginya tingkat fatalitas dan cedera akibat kecelakaan lalu lintas tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga berdampak pada penurunan produktivitas, beban sistem kesehatan, serta kualitas hidup masyarakat perkotaan. Kota Luwuk sebagai mengalami peningkatan mobilitas dan pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor dari tahun ke tahun. Untuk itu, diperlukan kajian komprehensif mengenai karakteristik dan faktor penyebab kecelakaan lalu lintas di Kota Luwuk. Tujuan penelitian untuk menganalisis karakteristik, pola, dan faktor penyebab kecelakaan lalu lintas di Kota Luwuk Kabupaten Banggai berdasarkan data kejadian dan lokasi. Metode penelitian deskriptif kuantitatif yang didukung oleh analisis spasial. Data yang digunakan berupa data sekunder kecelakaan lalu lintas yang diperoleh dari Kepolisian, fasilitas pelayanan kesehatan meliputi waktu kejadian, lokasi, karakteristik korban, dan tingkat keparahan kecelakaan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan trend kasus di tahun 2024 yaitu 135 kasus road traffic accident di Kota Luwuk kabuapten Banggai. Mayoritas pengendara yang mengalami insiden keceakaan lalu lintas berjenis kelamin laki-laki (60 %), berada dalam kelompok usia produktif (70 %) dan berlatarbelakang pendidikan menengah (82 %). mayoritas pengguna jalan yang mengalami kecelakaan memiliki perilaku berkendara unsafety yaitu sebanyak 80,3%. pengguna jalan yang mengalami kecelakaan terjadi pada ruas area kerawanan kecelakaan (blackspot) yang cukup tinggi yaitu sebesar 60 orang (44,4 %). Pengguna jalan yang mengalami kecelakaan mengalami luka berat dengan presentasi tinggi yaitu sebesar 49 % atau sejumlah 66 korban. Faktor penyebab kecelakan paling tinggi yaitu kelompok jenis kecelakan tidak memberikan prioritas Ran lain sebanyak 35 orang (25,63%). Saran berdasarkan hasil peneltiian ini diharapkan pemangku kepentingan yang terlibat dapat meningkatkan strategi keselamatan trasnportasi sebagai upaya mitigasi kecelakaan lalu lintas (road traffic accident)