Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak dialami masyarakat dan sering diperburuk oleh stres. Di Desa Asembagus, tingkat pengetahuan masyarakat dan tenaga kesehatan mengenai terapi komplementer, khususnya Music Relaxation Therapy (MRT), masih rendah. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman serta keterampilan tenaga kesehatan, kader, dan pasien hipertensi dalam menerapkan MRT sebagai upaya pengelolaan stres nonfarmakologis. Kegiatan dilakukan melalui ceramah interaktif, diskusi, praktik langsung, dan pendampingan lapangan. Evaluasi menggunakan kuesioner pre–post menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dari 40–50% menjadi 80–90%, serta lebih dari 80% pasien mampu menerapkan MRT secara mandiri di rumah. Selain itu, mayoritas pasien melaporkan penurunan tingkat stres dan peningkatan kualitas tidur setelah menerapkan MRT secara rutin. Program ini membuktikan bahwa MRT dapat menjadi alternatif praktis dalam pengelolaan stres pasien hipertensi dan berpotensi diterapkan secara berkelanjutan oleh kader serta fasilitas kesehatan di komunitas.
Copyrights © 2025