Program pengabdian masyarakat di Desa Teppoe, Kecamatan Poleang Timur, Kabupaten Bombana, fokus pada dua hal utama, yaitu pendidikan tentang pengelolaan limbah padi dan pemetaan administrasi desa menggunakan teknologi. Metode yang digunakan adalah Community-Based Participatory Research (CBPR) dengan melibatkan ibu-ibu PKK sebagai mitra dalam proses pengolahan limbah jerami padi menjadi kompos serta perangkat desa dalam kegiatan pemetaan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan membuat kompos berhasil mengubah cara pengelolaan limbah yang sebelumnya dibakar menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi pertanian. Proses fermentasi membutuhkan waktu sekitar 2–3 minggu dan menggunakan EM4 sebagai bahan aktif untuk mempercepat pengomposan. Selain itu, pemetaan administrasi desa dengan menggunakan teknologi geospasial menghasilkan peta digital dan cetak yang akurat, meliputi batas wilayah dusun, fasilitas umum, lahan pertanian yang produktif, serta area penampungan limbah. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa penggabungan aspek lingkungan dan teknologi dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola sumber daya desa. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya mendorong penggunaan limbah pertanian secara berkelanjutan, tetapi juga memperkuat manajemen desa menuju transformasi desa yang mandiri dan berbasis teknologi.
Copyrights © 2025