Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

IDENTIFICATION OF TEACHERS' PROBLEMS IN USING AI (ARTIFICIAL INTELLIGENCE) TECHNOLOGY IN THE LEARNING PROCESS AT MAN 01 KOLAKA Juwirda, Juwirda; oktavia, komang opie; Asriani, Sari; Afdal, Muhamad; Aditya, Muhammad Radit; Nurdin, Nurdin; Amanah, Siti; Jaya, Irfan; Hasna, Wa; Hariyadi, Eko
Geographica: Science and Education Journal Vol 6, No 2 (2024): December
Publisher : USN Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31327/gsej.v6i2.2316

Abstract

This study aims to identify the problems faced by teachers in using artificial intelligence technology (AI) in the learning process at MAN 01 Kolaka. The main focus of the research is to examine the inhibiting factors, such as lack of understanding of technology, accessibility, and readiness of educational infrastructure. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through interviews, observations, and documentation.  The instruments used were observation sheets and interview guidelines. This research was conducted at MAN 1 Kolaka with 10 teachers as research subjects. The data analysis technique used is a qualitative data analysis technique according to Miles and Huberman. The results show that while AI has great potential to improve the quality of learning, several key obstacles, including limited teacher training and resistance to new technologies, are challenges that must be overcome. Research recommendations include the development of AI technology training programs for teachers and the improvement of supporting facilities in schools.
Transformasi Desa Berkelanjutan: Edukasi Pengelolaan Limbah Padi dan Pemetaan Administrasi Desa Berbasis Teknologi di Desa Террое, Kabupaten Bombana MGB, A. Ilmadana; Ramanda, Zey Ali Samsir; Kurniawan, Henki; Oktavia, Komang Opie; Nasarudin, Nasarudin
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 6 No 4 (2025): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v6i4.1114

Abstract

Program pengabdian masyarakat di Desa Teppoe, Kecamatan Poleang Timur, Kabupaten Bombana, fokus pada dua hal utama, yaitu pendidikan tentang pengelolaan limbah padi dan pemetaan administrasi desa menggunakan teknologi. Metode yang digunakan adalah Community-Based Participatory Research (CBPR) dengan melibatkan ibu-ibu PKK sebagai mitra dalam proses pengolahan limbah jerami padi menjadi kompos serta perangkat desa dalam kegiatan pemetaan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan membuat kompos berhasil mengubah cara pengelolaan limbah yang sebelumnya dibakar menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi pertanian. Proses fermentasi membutuhkan waktu sekitar 2–3 minggu dan menggunakan EM4 sebagai bahan aktif untuk mempercepat pengomposan. Selain itu, pemetaan administrasi desa dengan menggunakan teknologi geospasial menghasilkan peta digital dan cetak yang akurat, meliputi batas wilayah dusun, fasilitas umum, lahan pertanian yang produktif, serta area penampungan limbah. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa penggabungan aspek lingkungan dan teknologi dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola sumber daya desa. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya mendorong penggunaan limbah pertanian secara berkelanjutan, tetapi juga memperkuat manajemen desa menuju transformasi desa yang mandiri dan berbasis teknologi.
Transformasi Desa Berkelanjutan: Edukasi Pengelolaan Limbah Padi dan Pemetaan Administrasi Desa Berbasis Teknologi di Desa Террое, Kabupaten Bombana MGB, A. Ilmadana; Ramanda, Zey Ali Samsir; Kurniawan, Henki; Oktavia, Komang Opie; Nasarudin, Nasarudin
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.21344

Abstract

Program pengabdian masyarakat di Desa Teppoe, Kecamatan Poleang Timur, Kabupaten Bombana, fokus pada dua hal utama, yaitu pendidikan tentang pengelolaan limbah padi dan pemetaan administrasi desa menggunakan teknologi. Metode yang digunakan adalah Community-Based Participatory Research (CBPR) dengan melibatkan ibu-ibu PKK sebagai mitra dalam proses pengolahan limbah jerami padi menjadi kompos serta perangkat desa dalam kegiatan pemetaan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan membuat kompos berhasil mengubah cara pengelolaan limbah yang sebelumnya dibakar menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi pertanian. Proses fermentasi membutuhkan waktu sekitar 2–3 minggu dan menggunakan EM4 sebagai bahan aktif untuk mempercepat pengomposan. Selain itu, pemetaan administrasi desa dengan menggunakan teknologi geospasial menghasilkan peta digital dan cetak yang akurat, meliputi batas wilayah dusun, fasilitas umum, lahan pertanian yang produktif, serta area penampungan limbah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggabungan aspek lingkungan dan teknologi dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola sumber daya desa. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya mendorong penggunaan limbah pertanian secara berkelanjutan, tetapi juga memperkuat manajemen desa menuju transformasi desa yang mandiri dan berbasis teknologi.
Earthquake mitigation in a high-risk zone: A mixed-methods analysis of knowledge, attitudes, and preparedness in East Kolaka, Indonesia Ristiani, Ristiani; Manggabarani, Andi Ilmadana; Oktavia, Komang Opie
Journal of Environment and Sustainability Education Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Education and Development Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62672/joease.v4i2.178

Abstract

This study was motivated by the high earthquake hazard potential in East Kolaka Regency, Indonesia, associated with the activity of the Kolaka Fault, while community preparedness remains limited. The research aims to analyze community knowledge, attitudes, and preparedness toward earthquake disaster mitigation and to identify key factors influencing preparedness in high-risk areas. A sequential explanatory mixed-methods design was employed, consisting of a quantitative survey of 159 respondents in Lalolae District followed by qualitative interviews to deepen the interpretation of quantitative findings. Quantitative data were analyzed using validity and reliability tests, Pearson correlation, and multiple linear regression with IBM SPSS 25, while qualitative data were used to complement and explain statistical results. The findings indicate that community knowledge is at a moderate level, attitudes toward earthquake mitigation are generally positive, and preparedness remains moderate. Correlation analysis reveals a positive relationship between knowledge and attitudes. However, regression analysis shows that neither knowledge nor attitudes significantly predict preparedness, although knowledge demonstrates a relatively stronger association compared with attitudes. Qualitative findings suggest that direct disaster experience, institutional support, and participation in disaster training play a more substantial role in shaping community preparedness. These results highlight the importance of strengthening community-based disaster education, institutional engagement, and practical preparedness training to enhance disaster risk reduction (DRR) in earthquake-prone regions.