Minuman tradisional memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan budaya dan mendukung perekonomian lokal di Indonesia. Salah satu minuman khas yang masih menjadi produk unggulan di wilayah Gresik adalah dawet siwalan. Bu Sumi pemilik UMKM Dawet Siwalan di Desa Hendrosari merupakan pelaku usaha yang berperan dalam menjaga eksistensi minuman ini. Namun, proses produksi yang dilakukan masih manual mulai dari pengupasan hingga perajangan buah siwalan terdapat kendala dalam kapasitas produksi, efisiensi waktu dan mutu produk. Untuk mengatasi masalah tersebut, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini mempunyai tujuan memperkenalkan teknologi tepat guna berupa mesin perajang buah siwalan. Metode kegiatan meliputi identifikasi permasalahan, perancangan dan pembuatan mesin perajang, pelatihan penggunaan mesin serta evaluasi dampak penerapannya. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada produktivitas dan manajemen usaha. Sebelum penerapan teknologi, kapasitas produksi harian sekitar 25 liter dengan waktu kerja 4–5 jam. Setelah penggunaan mesin, produksi meningkat menjadi 40 liter per hari dengan waktu kerja berkurang hingga 60%, yakni sekitar 2–2,5 jam. Kualitas rajangan buah juga lebih halus dan seragam, meningkatkan cita rasa produk. Selain itu, mitra memperoleh pengetahuan baru tentang manajemen usaha dan pemasaran digital sehingga mampu meningkatkan motivasi dan prospek pengembangan usahanya.
Copyrights © 2025