Ibu warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap tekanan psikologis menjelang pembebasan, seperti kecemasan tinggi, kehilangan harga diri, serta ketakutan akan penolakan sosial dari keluarga maupun masyarakat. Minimnya dukungan emosional dan psikososial membuat sebagian merasa tidak layak untuk memulai kembali kehidupan yang bermakna. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memberikan pendampingan psikologis melalui pendekatan reflektif, afirmatif, dan berbasis narasi diri. Program dilaksanakan dalam tiga sesi: satu kali luring di LAPAS Perempuan Kerobokan Bali pada Maret 2025, serta dua kali daring pada April–Mei 2025. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap: (1) analisis kebutuhan dengan wawancara dan asesmen awal; (2) penyusunan modul intervensi, yaitu Saya & Kekuatan Saya, Merawat Luka, Memeluk Harapan, dan Langkah Kecil, Kekuatan Besar; serta (3) pelaksanaan pelatihan partisipatif berbasis diskusi, penulisan reflektif, afirmasi, dan peta hidup. Evaluasi dilakukan melalui pre-test, post-test, dan umpan balik peserta. Hasil pre-test menunjukkan dari 47 peserta, 42 orang (89,4%) memahami konsep pemikiran negatif, sedangkan 5 orang (10,6%) berada pada kategori baik. Pasca-pelatihan, 43 orang (91,5%) mampu mengenali distorsi kognitif, sementara 4 orang (8,5%) masih memerlukan pendampingan. Evaluasi kualitatif menegaskan penguatan aspek positif (40%), kemampuan mengubah pikiran negatif (16%), pengendalian pikiran (10%), pengendalian diri (6%), serta kesadaran diri (8%). Program ini terbukti efektif meningkatkan kesiapan mental, resiliensi, dan optimisme warga binaan untuk reintegrasi sosial yang adaptif. Kata kunci: Ibu warga binaan; pendampingan psikologis;pengabdian; resiliensi; refleksi diri.
Copyrights © 2025