Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Studi Pendahuluan Untuk Meningkatkan Kemampuan Prososial Melalui Kemampuan Sosiokognitif Anak Usia 6 Tahun Allessandra Theresia
WIDYAKALA: JOURNAL OF PEMBANGUNAN JAYA UNIVERSITY Vol 6, No 2 (2019): Urban Development & Urban Lifestyle
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UPJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.051 KB) | DOI: 10.36262/widyakala.v6i2.206

Abstract

Penelitian ini bertujuan melakukan studi pendahuluan sebagai dasar intervensi meningkatkan kemampuan prososial anak melalui kemampuan sosiokognitif yang dimiliki anak usia 6 tahun. Untuk itu perlu dilakukan pemeriksaan kebutuhan belajar untuk meningkatkan kemampuan sosiokognitif sehingga dapat menyusun program intervensi yang sesuai. Pemeriksaan dilakukan melalui pengukuran dimensi general intelligence, perception of others, role taking, attribution of others, dan kemampuan moral reasoning dalam bentuk cerita bergambar dan angket yang diberikan kepada guru sebagai agen sosialisasi bagi anak usia 6 tahun. Kemudian masing-masing anak yang telah dikelompokkan melakukan perilaku prososial dan tidak melakukan perilaku prorosial akan diberikan kartu bergambar mengenai situasi-situasi prososial. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui kebutuhan belajar dari kemampuan sosiokognitif anak usia 6 tahun. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tidak ditemukan permasalahan dalam kemampuan sosiokognitif anak usia 6 tahun yang menunjukkan perilaku prososial. Permsaalahan dalam kemampuan sosiokognitif ditemukan pada anak yang tidak menunjukkan perilaku prososial. Berdasarkan kebutuhan belajar yang diperoleh, peneliti menyusun program rancangan berupa kegiatan role play dan diskusi mengenai situasi-situasi prososial.
Pelatihan Pengenalan Remaja dan Dinamika Permasalahannya bagi Mentor Pemuda Pusat Pengembangan Anak (PPA) Cluster Luwu Dewi, Wiwit Puspitasari; Theresia, Allessandra
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2031

Abstract

Masa remaja merupakan transisi antara masa kehidupan anak-anak dan masa kehidupan dewasa yang ditandai dengan pertumbuhan dan perkembangan fisik, kognitif, dan psikososial. Perubahan yang terjadi dalam masa transisi memberikan kesempatan bagi pertumbuhan sekaligus potensi risiko bagi remaja. Perubahan-perubahan yang terjadi pada remaja serta kemampuan yang masih rendah dalam pengelolaan diri membuat remaja cenderung mudah terlibat dalam masalah atau memiliki berbagai isu kesehatan mental. Hal ini membuat diperlukannya pendampingan kepada remaja oleh orang dewasa untuk membantu mereka dalam mengelola diri dan menyelesaikan masalah dengan lebih sehat. Pendampingan remaja ini dilakukan oleh Pusat Pengembangan Anak (PPA) Cluster Luwu, namun terdapat kebutuhan akan pengetahuan yang lebih banyak mengenai remaja dan dinamikanya. Oleh karena itu dilakukan pelatihan yang dapat memberikan pengetahuan serta diskusi terkait masalah remaja yang terdapat di sana. Pelatihan ini dilakukan oleh tim Fakultas Psikologi Universitas Pelita Harapan sebanyak dua sesi kepada 37 mentor pendamping remaja. Dari hasil pelatihan ini diketahui bahwa para peserta menilai bahwa informasi yang diberikan berguna bagi mereka. Selain itu mereka juga mendapatkan pengetahuan serta pemahaman baru mengenai remaja dan langkah praktis yang dapat dilakukan dalam menghadapi remaja di lapangan. Walaupun begitu, masih tetap diperlukan pembekalan lanjutan akan masalah remaja dengan tetap memahami konteks budaya di sana.
Pelatihan Mengelola Impostor Phenomenon pada Orang Muda Afiliasi Kolektif Menjadi Manusia Princen; Allessandra Theresia; Dicky Sugianto; Nurtaty Sinaga; Phutri A. G. Ismau; Rhema Oktafiani; Wynne D. Chandrakusuma
Devotion : Jurnal Pengabdian Psikologi Vol 2 No 01 (2023): Mei
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Impostor phenomenon is one of mental health issues which poses risk for an individual, especially in youths. Management of impostor phenomenon within youth is urgent to maintain their mental health. The problem of impostor phenomenon also found in Menjadi Manusia collective affiliated, in which the youth affiliated with this collective was identified experiencing impostor phenomenon. We conducted serial activities within a workshop to help these youth in managing impostor phenomenon. The workshop designed as psychoeducation and psychological intervention to equip the youth in understanding and managing impostor phenomenon. Participants’s feedback about the workshop suggests that it helped them to understand and manage impostor phenomenon. Results of this workshop serve as an initial suggestion on how to manage impostor phenomenon, particularly in Menjadi Manusia collective affiliated.
PSIKOEDUKASI MENINGKATKAN KUALITAS PENGAJARAN GURU SEKOLAH MINGGU DENGAN MEMAHAMI PERKEMBANGAN ANAK DI THE GRACE PAKUAN YOGYAKARTA Lidiawati, Krishervina Rani; Theresia, Allessandra; Anggreany, Yuliana; Helsa, Helsa; Aurelia, Trisha
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2308

Abstract

This Community Service Activity (PKM) aims to enhance the teaching quality of Sunday school teachers at The Grace Pakuan Yogyakarta through psychoeducation focused on understanding child development. Recognizing the need for information on teaching methods that consider developmental stages, the Faculty of Psychology at UPH initiated an educational program addressing developmental stages and specific cases encountered by Sunday school teachers. The program includes a series of workshops and training sessions designed to equip teachers with knowledge of child development and effective teaching techniques. By understanding cognitive, emotional, and social developmental stages, teachers are expected to create more engaging, supportive, and effective learning environments. The psychoeducation program includes both pre-test and post-test evaluations to measure changes in teachers' knowledge about child development. Evaluations reveal significant improvements in understanding the developmental stages of Sunday school children and children with special needs. These findings suggest that the psychoeducation program can be extended to include training for new teachers to help them comprehend child development stages and develop teaching methods that are easily understood by Sunday school children. Additionally, there is a need for continuous programs aimed at creating inclusive and effective Sunday school environments within the church.
Romantic Beliefs in Dating Life: Its Impact on Satisfaction in Emerging Adults Pricilia, Bella; Theresia, Allessandra
Jurnal Psikologi Terapan Vol 6 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jpt.v6i2.15438

Abstract

This study aims to determine the influence of *romantic beliefs* on relationship satisfaction in individuals within the phase of emerging adulthood. This phase is marked by significant changes in individual development, including romantic relationships. The method used in this research is simple regression analysis, with data collection through questionnaires completed by eligible respondents. The results show that *romantic beliefs* have a significant impact on relationship satisfaction, where higher romantic beliefs are associated with lower levels of relationship satisfaction. These findings contradict the initial hypothesis, which suggested that *romantic beliefs* would enhance relationship satisfaction. Based on these results, the study suggests that individuals should adopt more realistic views on romance in order to maintain the quality of their relationships. Additionally, the implications of this research can contribute to the development of interpersonal relationship theories, particularly in the context of emerging adulthood, and serve as a consideration for counselors or psychological practitioners in providing guidance on romantic relationships
Peran pola asuh orang tua terhadap perundungan siber dimediasi kecenderungan depresi remaja Lesmana, Teguh; Theresia, Allessandra; Rorong, Putri Daniela Ekaristia
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 12 No 1 (2025)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu1133

Abstract

Previous studies have shown that parenting plays a significant role in adolescents' emotional and social development, which can influence their involvement in cyberbullying. This study examines the mediating role of depression tendencies in the relationship between parenting and cyberbullying behavior as a perpetrator. This study used a quantitative survey method with a cross-sectional approach on 165 adolescents who actively use social media, as well as mediation analysis using the JASP program. The results showed that authoritative parenting and neglectful parenting played a role in cyberbullying behavior through depression as a partial mediator. These findings emphasize the importance of authoritative parenting as a protective factor against cyberbullying, while neglectful parenting is a risk factor. The implications of this study underline the need for cyberbullying prevention interventions through education for parents about the importance of authoritative parenting, as well as school-based approaches to improve adolescents' emotional regulation and social skills.  
Pelatihan Mengelola Impostor Phenomenon pada Orang Muda Afiliasi Kolektif Menjadi Manusia Princen; Theresia, Allessandra; Sugianto, Dicky; Sinaga, Nurtaty; Ismau, Phutri A. G.; Oktafiani, Rhema; Chandrakusuma, Wynne D.
Devotion : Jurnal Pengabdian Psikologi Vol. 2 No. 01 (2023): Mei
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/devotion.v2i01.4573

Abstract

Impostor phenomenon is one of mental health issues which poses risk for an individual, especially in youths. Management of impostor phenomenon within youth is urgent to maintain their mental health. The problem of impostor phenomenon also found in Menjadi Manusia collective affiliated, in which the youth affiliated with this collective was identified experiencing impostor phenomenon. We conducted serial activities within a workshop to help these youth in managing impostor phenomenon. The workshop designed as psychoeducation and psychological intervention to equip the youth in understanding and managing impostor phenomenon. Participants’s feedback about the workshop suggests that it helped them to understand and manage impostor phenomenon. Results of this workshop serve as an initial suggestion on how to manage impostor phenomenon, particularly in Menjadi Manusia collective affiliated.
Maximizing Developmental Potential and Parenting Patterns in the Married Couples Community of GKI Gejayan Yogyakarta Anggreany, Yuliana; Helsa; Theresia , Allessandra; Rani Lidiawati, Krishervina; Aurelia, Trisha
Devotion : Jurnal Pengabdian Psikologi Vol. 4 No. 01 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/devotion.v.4.i.1.7704

Abstract

An understanding of parenting has becoming increasingly important, especially within church communities. GKI Gejayan recognizes the significance of parenting in supporting the growth of children and adolescents in a Christian context. This understanding led to developing a community service program titled, "Maximizing Developmental Potential and Parenting Patterns within the GKI Gejayan Yogyakarta Spouse Community”. The program uses a psychoeducational approach with two main sessions aimed at equipping parents with practical tools for better parenting. The first session, held in person, focused on child development, covering cognitive, physical, and psychosocial aspects that influence parenting. It also addressed common parenting challenges and introduced love languages, providing parents with strategies to improve their parenting methods. The second online session concentrated on the role of discipline in child-rearing, exploring effective disciplinary methods and the appropriate use of punishment to support child development. The program targets married couples with children, offering valuable guidance to help them support their children's growth at each developmental stage. Ultimately, this initiative seeks to enhance parenting practices and contribute to the holistic development of children and adolescents in the community.
PERAN KESEPIAN DALAM MEMEDIASI MATTERING TO FAMILY DAN SELF-ESTEEM PADA DEWASA EMERGING ADULTHOOD DI INDONESIA: The Role of Loneliness in Mediating Mattering to Family and Self-Esteem in Emerging Adulthood in Indonesia Helsa; Erni Julianti Simanjuntak; Allessandra Theresia
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 18 No. 2 (2025): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 18.2
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24156/jikk.2025.18.2.134

Abstract

Masa emerging adulthood ditandai dengan eksplorasi identitas serta berbagai transisi kehidupan yang signifikan, di mana self-esteem berperan penting dalam mendukung kondisi mental dan emosional individu. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran kesepian sebagai mediator dalam hubungan antara mattering to family dan self-esteem pada individu di masa perkembangan emerging adulthood di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif non-eksperimental dengan pendekatan cross-sectional. Partisipan penelitian berjumlah 119 individu berusia 18–25 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tiga instrumen: The Mattering Index, UCLA Loneliness Scale Version 3, dan Rosenberg Self-Esteem Scale. Analisis data dilakukan dengan model mediasi menggunakan SPSS versi 22 dan Macro-PROCESS. Temuan penelitian menunjukkan bahwa mattering to family memengaruhi self-esteem secara positif, dengan kesepian sepenuhnya memediasi hubungan ini. Skor mattering to family yang lebih tinggi dikaitkan dengan tingkat kesepian yang lebih rendah, yang selanjutnya memprediksi self-esteem yang lebih tinggi, demikian pula sebaliknya. Temuan ini menegaskan pentingnya peran keluarga dalam meningkatkan harga diri individu di masa emerging adulthood. Oleh karena itu, diperlukan intervensi berbasis keluarga untuk mengurangi kesepian dan meningkatkan self-esteem pada individu dalam tahap perkembangan ini.
PENDAMPINGAN PSIKOLOGIS BAGI IBU WARGA BINAAN MENJELANG PEMBEBASAN UNTUK TRANSISI DAN PENYESUAIAN DI MASYARAKAT Theresia, Allessandra; Dewi, Wiwit Puspitasari; Anggreany, Yuliana; Amara Pawitra, Maria Gracia
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2623

Abstract

Ibu warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap tekanan psikologis menjelang pembebasan, seperti kecemasan tinggi, kehilangan harga diri, serta ketakutan akan penolakan sosial dari keluarga maupun masyarakat. Minimnya dukungan emosional dan psikososial membuat sebagian merasa tidak layak untuk memulai kembali kehidupan yang bermakna. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memberikan pendampingan psikologis melalui pendekatan reflektif, afirmatif, dan berbasis narasi diri. Program dilaksanakan dalam tiga sesi: satu kali luring di LAPAS Perempuan Kerobokan Bali pada Maret 2025, serta dua kali daring pada April–Mei 2025. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap: (1) analisis kebutuhan dengan wawancara dan asesmen awal; (2) penyusunan modul intervensi, yaitu Saya & Kekuatan Saya, Merawat Luka, Memeluk Harapan, dan Langkah Kecil, Kekuatan Besar; serta (3) pelaksanaan pelatihan partisipatif berbasis diskusi, penulisan reflektif, afirmasi, dan peta hidup. Evaluasi dilakukan melalui pre-test, post-test, dan umpan balik peserta. Hasil pre-test menunjukkan dari 47 peserta, 42 orang (89,4%) memahami konsep pemikiran negatif, sedangkan 5 orang (10,6%) berada pada kategori baik. Pasca-pelatihan, 43 orang (91,5%) mampu mengenali distorsi kognitif, sementara 4 orang (8,5%) masih memerlukan pendampingan. Evaluasi kualitatif menegaskan penguatan aspek positif (40%), kemampuan mengubah pikiran negatif (16%), pengendalian pikiran (10%), pengendalian diri (6%), serta kesadaran diri (8%). Program ini terbukti efektif meningkatkan kesiapan mental, resiliensi, dan optimisme warga binaan untuk reintegrasi sosial yang adaptif. Kata kunci: Ibu warga binaan; pendampingan psikologis;pengabdian; resiliensi; refleksi diri.