Lansia dengan demensia sering mengalami penurunan kualitas hidup yang ditandai dengan melemahnya fungsi kognitif, menurunnya kemampuan berkomunikasi, serta berkurangnya interaksi sosial. Kondisi ini membuat sebagian besar lansia cenderung pasif, hanya duduk atau berbaring, dan tidak memiliki ruang untuk mengekspresikan diri. Berdasarkan permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup lansia melalui penerapan terapi musik di Panti Werda Hana, Tangerang. Terapi diberikan kepada 30 orang lansia dengan demensia yang dibagi ke dalam tiga kelompok, masing-masing menjalani 10 sesi pertemuan dengan durasi 45 menit setiap sesi. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif, melibatkan kegiatan mendengarkan musik, bernyanyi, berdiskusi, serta bernostalgia melalui lagu-lagu yang familiar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan mood lansia, di mana mereka menjadi lebih aktif, tersenyum, dan berinteraksi dengan lingkungan. Selain itu, kemampuan kognitif terasah melalui proses mengenang pengalaman masa lalu, sekaligus memberikan wadah bagi lansia untuk mencurahkan perasaan dan pemikiran. Program ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama poin 3 (Good Health and Well-being) karena berkontribusi pada kesehatan mental dan kesejahteraan lansia, serta poin 10 (Reduced Inequalities) dengan memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan.
Copyrights © 2025