Diabetes melitus tipe 2 meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas pada ibu dan janin selama kehamilan. Pengaturan jarak kehamilan melalui kontrasepsi merupakan langkah penting dalam mempersiapkan kehamilan berikutnya. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke Rumah Sakit Dr Cipto Mangunkusumo dengan riwayat diabetes melitus tipe 2, nodul di ismus tiroid, kolelitiasis, hipertensi, serta sedang menyusui bayi berusia 1 bulan. Riwayat persalinan sebelumnya adalah bayi makrosomia yang dilahirkan melalui seksio sesarea. Pasien saat ini menggunakan insulin untuk regulasi gula darah dan mendapat terapi ursodeoxycholic acid untuk batu empedu. Metode kontrasepsi yang sesuai pada pasien ini adalah IUD tembaga serta kontrasepsi berbasis progestin saja, seperti IUD hormon, implan, pil, dan suntikan. Pemilihan kontrasepsi pada pasien dengan diabetes melitus tipe 2 dan komorbiditas multisistem harus mempertimbangkan kondisi klinis, keamanan, serta efektivitas metode. IUD tembaga dan kontrasepsi progestin-only merupakan pilihan yang aman dan efektif.
Copyrights © 2025